Bersama Menko Perekonomian, BP Batam Teken MoU dengan Singapura

bp-batam
Jakarta (Mk) – Nota Kesepahaman secara resmi ditandatangani pada 19 September 2016 antara BP Batam dengan dua investor sekaligus, yang secara resmi berkomitmen melakukan investasi di Batam. Nota Kesepahaman dilakukan BP Batam dengan Koh Brothers Group Limited yang merupakan investor asal Singapura dilanjutkan dengan PT. Enerco RPO Internasional (bidang Migas/TDAE) yang merupakan investor swasta nasional, keduanya disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang sekaligus merupakan Ketua Dewan Kawasan Nasional Darmin Nasution.
Sejak April 2016, Pemerintah Indonesia telah melakukan perombakkan secara besar-besaran pada sejumlah aspek yang ada pada pengelolaan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.  Manajemen atau kepemimpinan baru yang telah ditunjuk, secara serius telah merancang terobosan dalam rangka mereformasi dan merelefansi kembali Batam sebagai tujuan kawasan investasi. Diantara terobosan yang disiapkan adalah reformasi perijinan lahan dan percepatan prosedur investasi melalui program izin investasi 3 jam (i23j) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Terobosan ini mendapat dukungan penuh dari investor yang menyambut baik reformasi atau perubahan dan keseriusan pemerintah melalui Badan Pengusahaan Batam dengan mengedepankan prinsip pemerintahan yang bersih, efisien dan transparan.
Acara penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri oleh Dubes Singapura untuk Indonesia, H.E. Anil Kumar Nayar, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kepri dan para Anggota Deputi BP Batam serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dalam sambutannya, mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Menko Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Kawasan. Dirinya optimis, Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat mendukung percepatan investasi dan pengembangan ekonomi Batam.
“MoU ini merupakan realisasi komitmen yang lebih tinggi dari kedua negara, diharapkan ini dapat mendukung investasi untuk meningkatkan perkembangan ekonomi Batam. Saya sangat berterima kasih kepada semua elemen yang telah bekerja keras untuk merealisasikan investasi ini,” ungkap Hatanto.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga menyampaikan bahwa Batam bukan hanya efisien tapi juga kondusif sehingga tentunya dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini dapat memberikan angin segar untuk pertumbuhan investasi dan ekonomi di Batam, dirinya sangat bersyukur bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan selama beberapa bulan ini dilakukan sudah benar dan tepat, dan pemerintah tetap terus medukung perubahan-perubahan yang telah dilakukan oleh BP Batam dalam menjalankan tugasnya. Dirinya terus menghimbau kepada para calon investor asal Singapura untuk tetap berinvestasi di Batam, khususnya usai peluncuran program yang menarik yang memberikan kemudahan bagi investor yakni program i23j (Izin Investasi 3 Jam) dan KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi).
Sementara itu, terdaftar di SGX-ST Mainboard (The Singapore Exchange Securities Trading Limited), Koh Brothers telah berdiri sejak tahun 1994, merupakan penyedia jasa konstruksi yang komprehensif dalam teknik sipil dan proyek-proyek pembangunan sektor publik dengan lebih dari 40 anak perusahaan, usaha bersama dan perusahaan asosiasi yang tersebar di Singapura, Cina, Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Koh Brothers Group yang rencananya akan berinvestasi awal mulai dari USD 30 juta hingga USD 100 juta, telah berpengalaman mengembangkan industri real estate berkualitas dan tempat tinggal yang inovatif dan berfokus pada bidang pengembangan konstruksi, bahan bangunan dan perumahan. Dan juga PT Enerco RPO Internasional sebagai investasi swasta nasional yang rencananya akan berivestasi sebesar USD 70 juta bergerak dibidang konstruksi pembangunan kilang TDAE (Treated Distillate Aromatic Extract) yang  rencananya akan dibangun di Kawasan Industri Terpadu Kabil PT Kabil Citranusa.
Adapun komitmen Koh Brothers Group dalam melakukan invetasi di Batam  terdiri dalam bidang pengembangan pabrik untuk produk beton pracetak untuk ekspor ke Singapura dan negara-negara lain, berkolaborasi dengan BP Batam dalam menyiapkan bisnis dan studi teknis untuk Batam Water Resources (studi pengolahan sumber air di Batam) dan alat transportasi melalui PPP (Public Private Partnership), serta menggali potensi investasi dalam bidang real estate di Batam.
Mr. Francis Koh selaku Managing Director Koh Brothers  Group Limited mengatakan, realisasi penandatangan MoU ini didasarkan pada tindak lanjut atas rencana kunjungan Perdana Menteri Singapura kepada Presiden Joko Widodo guna merancang kerjasama investasi Indonesia Singapura kedepan. Dirinya sangat berharap akan ada saling sinergi antara kedua negara sehingga dapat memperluas kesempatan bagi investor Singapura untuk bergabung dan menanamkan investasinya di Batam.
“Hari ini Koh Brothers dan BP Batam, telah memasuki era baru kerjasama yang mana penandatangan MoU ini sejalan dengan maksud dari rencana kunjungan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong kepada Presiden RI Joko Widodo guna merancang kerjasama ekonomi yang baik bagi peningkatan investasi kedepan bagi kedua negara. Kami akan dorong perusahaan Singapura untuk bisa melakukan hal yang sama. Kami sangat antusias untuk memulai kerjasama ini dengan BP Batam,” imbuh Mr. Francis Koh menyambut baik kerjasama ini.
Dengan ini maka tercatat, investasi besar di Batam yang berasal dari perusahaan asal Singapura (non gabungan) dan PT Enerco RPO International yang merupakan investor swasta nasional sebagai investasi baru yang masuk ke Batam melalui program i23j (Izin Investais 3 Jam) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang ditawarkan BP Batam. ***

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.