Terjadi Arus Pendek, Rumah Samsudin Ludes Dilumat Sijago Merah

bakaran
Samsudin pasrah melihat rumahnya ludes

Natuna (Marwahkepri.com) – Akibat kornsleting arus listrik pada stop kontak, rumah Samsudin (70) warga Sebala, desa Batu Gajah, kecamatan Bunguran Timur, ludes rata dengan tanah dilalap sijago merah. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.30 pagi dini hari, Kamis (27/10).

Menurut, Sahibin warga kampung sekitar, api begitu cepat menyambar dinding dan atap rumah, dalam sekejap rumah panggung sudah dikelilingi api, sehingga warga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan harta benda milik korban.

“Apinya sangat cepat menyambar disetiap sudut bangunan rumah, sehingga warga tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatakan barang-barang, hanya waktu satu jam rumah ludes, rata dengan tanah dilalap api”, terangnya.

Sambungnya, kebakaran ini diduga kuat akibat dari konselet arus listrik, sebab menurut cerita pemilik rumah, api pertama kali terlihat dari ruang tengah dekat stop kontak dan colokan peralatan elektronik, karena rumah terbuat dari kayu, api cepat menyambar, warga tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa menyaksikan api melahap bangunan hingga rata dengan tanah.

Namun beruntung terangnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, pemilik rumah Samsudin dan istrinya selamat, meskipin barang-barang milik korban tidak tersisa.

Sementara itu, anak korban Kozri tertunduk lesu mengenang peristiwa kebakaran yang menimpa rumah orang tuanya, Kozri mengenang bangunan dengan luas 10×14 meter persegi yang biasa ditempati orang tuanya tidak tersisa lagi, satu–satunya barang yang bisa di selamatkan hanya pakaian yang masih melekat di badan bapak dan ibunya.

“Semua benda habis terbakar, hanya tersisa baju sehelai pinggang yang dikenakan oleh ibu dan bapak saya, hanya itu lah satu – satunya harta yang bisa di selamatkan, semunya habis terbakar”, kenangnya.

Cerita Kozri saat kebakaran, ayahnya sempat ingat dengan duit yang tersimpan di kamar, dan memcoba untuk mengambilnya, namun karena kobaran api begitu besar sehingga niat itu di urungkan, karena faktor usia jadi tidak ada yang bisa di perbuat, ayahnya lebih memilih untuk menyelamatkan diri.

Sambungnya, sempat terlintas dipikiran untuk menghubungi pemadam kebakaran saat kejadian, namun karena akses begitu jauh sehinga niat itu di urungkan, masyarakat sekitar tidak bisa berbuat banyak karena kobaran api begitu besar melahab bangunan rumah.

Kerugian dalam musibah kebakaran ini, ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sementara korban masih shok dengan peristiwa kebakaran yang menimpa rumahnya.(Nang/dn)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.