Tangkap Oknum Dewan Kepri yang Jadi Makelar Tarif Listrik Batam!

kartun

BATAM (PK) – Rencana kenaikan tarif listrik selalu jadi bumerang. Di awal – awalnya terjadi perbincangan alot di tingkat DPRD Kepri, namun kemudian mereda seperti yang sudah – sudah diduga kuat terjadi aksi suap menyuap. Aparat diminta untuk segera menangkap anggota dewan yang membuat kejahatan berendana ini agar tidak terus berulang – ulang setiap ada kenaikan tarif.

Pembahasan tarif listrik rumah tangga yang diusulkan PLN Batam masih sempat berlarut-larut. Beredar kabar, ada negosiasi uang untuk memuluskan rencana kenaikan tarif tersebut.

“Saya duga ada kongkalikong. Cuma yang bisa membuktikan tentu aparat hukum. Ada oknum di DPRD yang jadi makelar dan penghubung antara PLN Batam dengan gubernur dan anggota dewan. Orang itu bermuka dua,” kata sumber beberapa waktu lalu.
“Waspadai keputusan yang diambil dan rapat-rapat yang digelar. Kebetulan ada pimpinan KPK di Batam, Basaria Panjaitan, saya “colek” dia,” sambungnya.

Ia menyebutkan, indikasinya sudah ada yaitu munculnya surat permintaan Gubernur Kepri ke DPRD untuk persetujuan kenaikan tarif. Padahal, belum ada pembahasan sebelumnya.

“Selain, beberapa kali pembahasan tertutup antara DPRD Kepri dan PLN Batam sudah dilakukan. Ternyata, tidak semua anggota dewan dilibatkan. Ada yang bengong karena tau-tau sudah ada rapat. Ada yang mengkondisikannya,” kata sumber tersebut.

“Lobi-lobi yang dilakukan bisa saja di luar negeri. Patut diduga ada unsur suap di sana dalam berbagai bentuk,” katanya. Bright PLN Batam merencanakan kenaikan tarif listrik hingga 47 persen. Tarif baru itu diajukan bukan karena perusahaan rugi.  Sejak Oktober 2014 lalu, kewenangan persetujuan kenaikan tarif listrik ada di tangan pemerintah provinsi, bukan lagi jadi kewenangan pemko-pemkab. Aturan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Padahal PLN Batam beroperasi hanya di Batam dan memberikan pelayanan kepada ratusan ribu pelanggan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepertinya bakal menyetujui kenaikan Tarif Listrik Batam (TLB) untuk pelanggan rumah tangga. Para wakil rakyat itu menilai, kenaikan tarif listrik yang diajukan PT PLN Batam itu tak bisa dihindari lagi.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah. Menurutnya, alasan PLN Batam mengajukan kenaikan tarif cukup masuk akal. Meski begitu, kata dia, Komisi II dan III DPRD Kepri akan tetap akan memperhatikan beberapa pertimbangan.“Memang sepertinya tak bisa dihindari. Tapi usulan (kenaikan tarif) ini masih diperdebatkan, apakah diterima atau ditolak,” kata Iskandar, Rabu (27/7).

Menurut Iskandar, selain memperhatikan kepentingan masyarakat, DPRD Kepri juga akan mempertimbangkan kondisi perusahaan PLN Batam. Sehingga dalam menentukan persentase kenaikan tarif listrik nanti tidak memberatkan masyarakat dan tidak merugikan PLN Batam.
Ia juga menyebut, eksistensi perusahaan PLN Batam juga menjadi prioritas. Sebab bagaimanapun keberadaannya sangat penting bagi masyarakat dan pengusaha. Khususnya di Batam.

“Infrastruktur listrik sangat penting. Ini juga menentukan dan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah mengatakan, Pergub nomor 38 tahun 2015 tentang PTLB yang tertunda sejak bulan April 2016 akan kembali dibahas. Dalam pembahasan itu, Irwansyah berjanji akan melibatkan semua pihak, khususnya Pemerintah Kota dan DPRD Batam.

Yose Rizal, salah seorang aktivis lembaga konsumen di Batam mengecam keras adanya dugaan main mata antara oknum anggota dewan khususnya DPRD Kepri. “Kita mencium bau busuk suap menyuap kenaikan tarif.

PLN diduga menyogok anggota dewan setiap ada usulan kenaikan tarif. Jelas ini perbuatan bejat dan kedua belah pihak harus ditangkap jika kami menemukan bukti – bukti. Tapi sayangnya meski masyarakat sudah banyak yang tahu permainan ini, kemungkinan terjadi perbuatan jahat ini sangat besar. Mereka kan tidak tahu malu dan tidak sadar diuntung. Kita harus waspada, jangan sampai mereka keenakan terima duit besar, rakyat yang jadi susah,” tegasnya. (mk/r/bn/jpg)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.