Bupati Natuna Minta PPATK Audit Mega Proyek “Warisan” Ilyasberamal

proyek-mangkrak
Gedung DPRD (kiri) dan pasar modern

Natuna (Marwahkepri.com) – Dua mega proyek peninggalan mantan Bupati Natuna Ilyas sabli dan Imalko (Ilyasberamal) yakni pembangunan pasar modern dan kantor DPRD Natuna, kini menjadi perhatian publik karena kedua proyek tersebut tengah mangkrak alias dihentikan pembangunannya.

Masing-masing proyek tersebut mulai digarap pada tahun 2014 silam menggunakan APBD Natuna, pasar modern di Jalan DKW Muhammad Benteng, Ranai, dianggarkan sebesar Rp 36 milyar. Sedangkan kantor DPRD Natuna di Sungai ulu menelan anggaran Rp 46 milyar.

Semula paket multiyears itu dijadwalkan akan rampung pada akhir tahun 2015, namun akhirnya mangkrak karena devisit anggaran dan kendala lelang. Pasar modern Natuna dikerjakan oleh PT.Mangku Buana Hutama, sedangkan lelang proyek kantor DPRD Natuna dimenangkan PT.Istaka Karya.

Diera pemimpin baru Natuna saat ini, kembali menjadi pertanyaan dan buah bibir masyarakat, pasalnya belum ada kebijakan diambil terkait kelanjutan proyek yang menelan anggaran daerah hingga Rp 82 milyar tersebut.

Menanggapi hal ini, Bupati Natuna Hamid Rizal angkat bicara, menurutnya pada tahun 2016 ini belum ada murni programnya dijalankan, pihaknya hanya meneruskan program bupati terdahulu. Namun terkait dengan proyek pasar modern dan kantor DPRD Natuna, pembangunannya tetap akan dilanjutkan agar bermanfaat dan tidak mubazir anggaran.

Hanya saja kata Hamid, untuk melanjutkannya tidak bisa serta merta diteruskan begitu saja, ada prosedur dan kajian harus dilewati telebih dahulu. Apalagi mengingat kedua paket itu menelan anggaran cukup besar, jangan sampai bermasalah ketika nantinya dilanjutkan.

Untuk itu orang nomor satu di Natuna ini meminta agar dilakukan audit ulang terhadap kedua “warisan” mangkrak tersebut. Tidak main-main, Ia menyerukan supaya audit dilakukan langsung oleh Tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Audit dan pengkajian ulang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan fisik dan penyerapan anggarannya. Alhasil apabila proses audit ulang sudah dilaksanakan, maka perencanaan proyek itu dapat dianggarkan dan dilelang kembali pada tahun berikutnya.

“proyek itu harus dikaji ulang terlebih dahulu sejauh mana pelaksanaan fisik dan penyerapan dananya. Agar perencanaan proyek itu kedepan dapat dianggarkan tahun berikutnya dan dilelang kembali. Namun, sebelumnya saya minta diaudit terlebih dahulu oleh PPATK”, ujar Hamid di Sisi Basisir, usai membuka Musda PAN, Senin (24/10).

Pembangunan kedua proyek itu memang sempat beberapa kali tertunda dan menjadi proyek luncuran yang diprioritaskan. Sebuah pasar modern berlantai dua direncanakan bisa menjadi fasilitas perdagangan yang lebih respresentatif, ketimbang pasar tradisional Ranai saat ini.

Beberapa pejabat daerah seperti Bupati, anggota DPRD Natuna, teakhir Gubernur kepri Nurdin Basirun sudah pernah meninjau pelaksanaan baik pasar modern dan kantor DPRD Natuna.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.