Bukannya Tutupi Kebocoran, Malah Tarif Parkir Mau Dinaikkan 100 Persen

ilsutrasi-parkir

BATAM (MK) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat kinerja buruk dalam pengelolaan parkir di wilayah ini. Disinyalir puluhan miliar menguap setiap tahun dari sektor ini karena lemahnya pengawasan, namun bukan malah memperbaiki kelemahannya, instansi ini malah mengusulkan kenaikan tarif parkir hingga 100 persen.

Alhasil penolakan dari berbagai elemen masyarakat terus bergulir termasuk juga saat dibahas ditingkat legislatif. Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Parkir DPRD Kota Batam menilai bahwa kenaikan tarif parkir yang diusulkan Pemko Batam harus dipelajari secara komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek.

Kenaikan tersebut justru bukan solusi dalam menyelesaikan permasalahan parkir di Batam. Anggota pansus parkir, Sukaryo mengatakan, pihaknya antipati bila tarif parkir dinaikkan karena hal itu akan memberatkan masyarakat.

“Bukannya menggenjot pendapatan daerah, malah potensi jebol retribusi parkir tersebut bisa saja makin besar,” kata Sukaryo dalam rapat perdana Pansus Parkir di Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (19/10) lalu.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengaku kecewa dengan laporan Pemko terkait Pendapatan Asli Daerah(PAD) dari retribusi parkir.  “Saya kecewa, selama ini parkir liar semakin marak di Batam. Tak hanya merugikan masyarakat, tetapi retribusinya untuk menggenjot PAD juga jauh dari target,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Pemko Batam melalui dinas terkait tegas menertibkan parkir-parkir liar di Batam. “Parkir-parkir liar harus ditertibkan, dan perlu penataan dan pengawasan yang lebih maksimal agar target retribusi parkir tercapai,” ujarnya.

 Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Zulhendri mengaku tak mempermasalahkan bila dewan meminta belum saatnya tarif parkir dinaikkan. Ia menilai, pandangan dewan terkait kenaikan tarif parkir merupakan hal yang wajar.

“Kalau tetap bertahan dengan tarif lama tak masalah. Tapi kami harus bahas dulu, dan menyampaikan dasar penyesuaian tarif terbarunya” katanya.
Sebagaimana diberitakan media, tarif parkir sepeda motor dan mobil roda empat di Batam direncanakan naik seratus persen dari besaran lama. Kenaikan ini sesuai draf usulan Pemko Batam terkait revisi rancangan peraturan daerah (ranperda) perubahan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2012, tentang Retribusi Parkir Batam.

“Memang dari draf yang kita terima pemko ada kenaikan seratus persen. Namun demikian, usulan itu masih dibahas oleh tim Panitia Khusus (Pansus),” ujar Ketua Pansus Ranperda Parkir, Yunus Muda, beberapa waktu lalu. Dari usulan ini, ada dua kriteria parkir yang diberikan Pemko yakni parkir khusus dan parkir langganan.

Untuk parkir khusus, kata Yunus, dari yang awalnya sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000, menjadi motor Rp 2.000 dan mobil Rp 4.000. Begitu juga parkir di mal dan hotel, dari biasanya Rp 1.000 naik menjadi Rp 2.000 untuk jam pertama sepeda motor, sedangkan untuk jam-jam selanjutnya dihitung Rp 1.000.

Begitu juga dengan bagi kendaraan roda empat, bila biasanya dihitung Rp 2.000 untuk jam pertama menjadi Rp 4.000. Sedangkan untuk jam-jam selanjutnya dihitung Rp 2.000 setiap jam. Bus dan truk juga dihitung dalam ranperda baru ini, biasanya sama dengan roda empat lainnya, bus dan truk tarifnya Rp 6.000.

“Kita belum bahas secara keseluruhan, baru sebatas kenaikan tarif parkir,” ujar Yunus.
Tarif retribusi, lanjutnya, juga berubah bagi parkir langganan. Sepeda motor roda dua dan tiga Rp 100 ribu pertahun, mobil penumpang, Rp 250 ribu pertahun. Sedangkan bus dan truk Rp 300 ribu pertahunnya.

Keenaikan tarif ini diyakini tidak akan memunculkan polemik atau keberatan masyarakat. Sebab sebelum revisi diajukan sudah ada kajian. Dengan direvisi, akan ada sumbangan bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Jika dibandingkan dengan parkir biasa, parkir berlangganan dirasa lebih murah. Pembayarannya pun cukup satu kali setahun, pada saat membayar pajak kendaraan motor. Direncanakan, parkir yang ada di seantero Batam, pengawasannya akan dipegang langsung oleh Pemko Batam, dalam hal ini Dinas Perhubungan. (mk/r/jpg)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.