Keramik Peninggalan Sejarah Hiasi Kantor Bupati Natuna

berbagai-jenis-keramik-dipanjang-di-kantor-bupati
Keramik bernilai tinggi dipajang di kantor Bupati

Natuna (Marwahkepri.com) – Kekayaan Kabupaten Natuna tidak hanya dapat ditoleh dari hasil migas yang berlimpah ruah. Akan tetapi, dari sisi budaya, Natuna juga sudah terkenal dari zaman dahulu, bahkan kekayaan itu menjadi incaran dunia.

Pulau Tujuh (sebutan Natuna dahulu) merupakan jalur perdagangan dan persinggahan sejumlah dinasti kerajaan dia Asia maupun Eropa. Berkat itulah Natuna kini diwarisi banyak peninggalan sejarah.

Bukti sejarah tersebut, banyaknya ditemukan kapal tenggelam diperairan Natuna. Disamping itu, benda-benda bersejarah lainnya seperti barang antik banyak dijumpai diberbagai pelosok rantau bertuah ini.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung bukti sejarah itu, tak perlu repot ikut berburu barang antik. Kini berbagai koleksi barang antik berbentuk keramik, dapat dijumpai di kantor Bupati.

Pantauan Marwahkepri.com, siang itu Kamis (20/10), sejumlah etalase berisikan keramik peninggalan dinasti dari China, Belanda dan Vietnam. Berbagai bentuk dan ukuran dipajang menghiasi ruang lobi kantor bupati.

Sayangnnya, keramik bernilai tinggi yang dipamerkan tersebut, tidak semuanya berbentuk sempurna. Sebagian besar berbentuk pecahan-pecahan karena sudah termakan usia.

Didalam etalase, terdapat keramik dari situs kapal karam China Dinasti Song abad ke 11-12. Keramik dari situs kapal karam China di Kelarik dinasti Song abad ke 11-12.

Kemudian, ada keramik china dinasti Yuan abad ke 13-14 dari situs kapal karam antik. Dari Situs kapal karam Buton ditemukan keramik china dinasti Qing abad ke 18-19.

Selanjutnya, situs kapal karam Pulau Laut keramik China dinasti Qing abad ke 19-20. Temuan masyarakat Kelarik, keramik china abad ke 10-12, dan dinasti yuan abad ke 13.

Situs Sekalong keramik china dinasti Song abad ke 10-12 dan dinasti Ming abad ke 16-17. Temuan Penduduk desa Tanjung berupa keramik China dinasti Song Abad ke 10-12 dan dinasti Ming-Qing abad ke 17.

Arkelogi Natuna merupakan potret warisan budaya dan niaga di Laut China selatan. Pada Satu saat Natuna merupakan bagian dari wilayah budaya dan tradisi kubur yang mungkin dipengaruhi budaya Dongson dan Austronesia.

Mereka menempati dalam wilayah dipinggiran perairan laut china selatan, budaya dan tradisi maritim nampaknya mereka miliki, kehidupan itu terus berlangsung dan bertahan meskipun telah terjadi perubahan situasi baru.

Ketika itu pulau Bunguran-Natuna menjadi salah satu koridor perniagaan lintas Asia, Natuna mulai terhubung dengan jaringan perniagaan maritim pada kawasan ini sekitar abad ke 9-13 yang ditandai dengan tingginya penemuan keramik impor.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.