Cuaca Ekstrim Melanda Kecamatan Serasan

ban-600x360
Kondisi di kecamatan Serasan

Natuna (Marwahkepri.com) – Cuaca ekstrim terjadi di wilayah Natuna bagian selatan, membuat
sebagian tempat tinggal warga serta pelabuhan Pelni yang berada di Kecamatan Serasan nyaris tenggelam alias mandi air laut dihantam gelombang tinggi serta hujan deras dan angin kencang.

Keadaan ini sudah berlangsung sejak seminggu terakhir melanda kecamatan serasan. kejadian ini baru dirasakan kembali oleh warga serasan setelah puluhan tahun sebelumnya, seperti didaerah kampung Air Peluntan Kecamatan Serasan Timur.

Rodi salah satu warga Serasan menuturkan, kejadian ini baru terjadi setelah sekian lama tidak pernah dirasakan lagi oleh warga sekitar. Hujan lebat dan angin kencang disertai pasangnya air laut membuat ketinggian air meningkat hingga sampai teras rumah.

“Puncaknya kemaren, banyak rumah warga dipinggir laut terendam air, termasuk pelabuhan Pelni di Tanjung Setelung, jaga terendam air laut akibat hujan deras disertai angin kencang ditambah pasang air laut membuat sebagian rumah terendam air “katanya melalui selulernya, Selasa (18/10).

Dikatakanya, kejadian ini tidak hanya di kampung Air Peluntan disekitar pelabuhan Pelni di Kecamatan Serasan induk juga mengalami hal sama. Apalagi keadaan dipelabuhan lebih parah air laut hingga menggenagi pelantar pelabuhan.

“Kejadian ini tidak hanya dirasakan di kampung Air Peluntan kecamatan Serasan Timur, namun cuaca ekstrim juga melanda pelabuhan Pelni di kecamatan serasan yang pelantarnya tergenang air laut ketika sedang pasang tinggi,”ungkapnya.

Namun terang dia, saat ini angin sudah sedikit reda, tidak sekencang kemaren air laut juga tidak lagi terlalu tinggi ketika pasang, mudah-mudahan tidak ada peningkatan volume angin, sehingga masyarakat tidak was-was dalam berktivitas”, harapnya.

Sementara Kapolsek Serasan AKP Benhur Gultom membenarkan, bahwa pelabuhan Pelni di kecamatan Serasan sudah terendam hingga sebatas kaki orang dewasa. Akibat hujan deras dan angin kencang sekitar 40 km perjam melanda kecamatan serasan.

Jadi ketika Kapal Bukit Raya masuk para warga harus rela basah-basahan melewati genangan air.

“Sejak seminggu terakhir ini pelabuhan serasan sudah terendam air sebatas mata kaki orang dewasa, namun pelabuhan tersebut tetap ramai dari aktifitas warga sekitar, seperti bongkar muat barang dan lain sebagainya ketika kapal Bukit raya tiba di serasan,” paparnya.

Sejauh ini keadaan di pelabuhan serasan masih terkendali, menurut Gultom, pelabuhan tersebut tidak bisa ditutup karena pelabuhan itu salah satu akses utama bagi masyarakat serasan dan sekitarnya.

Keadaan pelabuhan tersebut masih kondusif, namun dihimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati dan waspada akan cuaca sekarang ini yang terbilang tidak menentu.

“kita menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalankan aktifitas, dan kepada para nelayan dihimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu menimbang cuaca yang sedang tidak bersahabat,” pungkasnya. (tim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.