KKP “Tiban” Nelayan Natuna Dengan 800 Unit Kapal Tangkap

Hamid Rizal : Rugi Besar Kalau Ini Ditolak

kapal-nelayan
Ilustrasi

Natuna (Marwahkepri.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 800 unit kapal tangkap ikan bagi nelayan Natuna. Penyerahan kapal akan dilaksanakan secara bertahap, mulai tahun 2016 ini hingga 2018 mendatang.

Meski bobot kapal tangkap tidak merata, namun setiap unit kapal nantinya akan dilengkapi dengan peralatan semi modern. Pada tahun ini akan diserahkan sebanyak 200 unit, kemudian masing-masing tahun 2017 dan 2018 sebanyak 300 unit.

“kemudian bagi nelayan kita akan diserahkan 800 unit kapal untuk selama 3 tahun. Tahun 2016 ini 200 unit, berikutnya 300 , dan 300 lagi di 2018 . Kapal ini dilengkapi dengan alat semi modern”, Ujar bupati Hamid Rizal, belum lama ini di RM Doni Rinaldo.

Hamid ingin mengumpulkan perwakilan kelompok nelayan dari seluruh kecamatan. Kemudian berkomitmen untuk menerima bantuan dari KKP tersebut dengan baik.

“Kelompok nelayan dari Subi, Midai, Serasan, Pulau Tiga, Sedanau muncul, ketemu. Dengan harapan jangan sampai barang ini ditolak, Memang sepintas bisa terpengaruh dengan ucapan kawan, terima saja dulu”.

Menurutnya, bantuan ini sangat besar manfaatnya, kedepan bisa saja dikawinkan dengan program wisata mancing. Keuntungan lain, Pemda tidak perlu lagi menyisihkan anggaran untuk menyiapkan transportasi penunjang wisata di Natuna.

Kendati demikian, perlu dibentuk koperasi nelayan untuk mengurusi semua itu.”terima saja, nanti dikawinkan dengan wisata mancing, pemda tidak perlu siapkan lagi. Kalau ini dilakukan nelayan dapat dua mata pencaharian. Rugi bersar kalau ini ditolak”.

Jika wisata di Natuna sudah digarap dan berkembang pesat, pasti akan dikunjungi banyak wisatawan, baik mancanegara maupun lokal. Saat itulah kapal tersebut akan menjadi penghasilan sampingan bagi nelayan.

“Ambil alat tangkapnya bawa ke pompong kayu, jadi bisa menghasilkan pendapatan tambahan. pemda tak perlu siapkan lagi. Pasti orang mau pakai, turis bisa juga pakai, terutama pejabat natuna”, hibur Hamid.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email