APBD-P Natuna Bertambah Sebesar Rp 37 Milyar

img_1667
Bupati menyerahkan nota keuangan RAPBD-P

Natuna (Marwahkepri.com) – DPRD Natuna menggelar paripurna tentang pidato pengantar bupati terhadap nota keuangan RAPB-Perubahan tahun anggaran 2016. Dari agenda yang digelar Jumat malam (14/10) tersebut, diketahui bahwa APBD-P Natuna bertambah sebesar Rp 37,17 milyar.

Pada kesempatan itu, hadir Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Yusripandi, Wakil ketua Daeng Amhar, Sekda Natuna Syamsurizon dan SKPD, FKPD, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Yusripandi menyampaikan, agenda ini dilaksankan telah sesuai dengan tata tertib dan mekanisme rapat, namun tidak mengambil keputusan. Sesuai dengan undang-undang 154 ayat 1 Permendagri tahun 2006, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Natuna Hamid Rizal menjelaskan, rencana pendapatan semula pada APBD murni dianggarakan sebesar Rp 1,155 trilyun menjadi 1,190 trilyun atau bertambah sebesar Rp 34,8 milyar. Rencana belanja semula dianggarkan sebesar Rp 1,155 trilyun menjadi Rp 1,192 trilyun atau bertambah sebesar Rp 37,17 milyar.

Sedangkan dari sisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 2,35 milyar berdasarkan perhitungan silpa audit tahun anggaran 2015, dari rekening BUD, BLUD dan FKTP.

Adapun perubahan anggaran terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), semula dianggarakan Rp 43,65 milyar menjadi Rp 55,3 milyar atau bertambah sebesar Rp 11,64 milyar. Perubahannya bersumber dari peningkatan pajak daerah dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.

Dana Perimbangan semula dianggarkan sebesar Rp 1,012 trilyun, menjadi sebesar Rp 1,004 trilyun atau berkurang sebesar Rp 8 milyar. Penurunan ini disebakan adanya perubahan Peraturan Presiden nomor 66 tahun 2016 tentang APBN-P tahun anggaran 2016.

Kemudian Lain-lain pendapatan yang sah semula dianggarkan sebesar Rp 99,4 milyar menjadi Rp 130,59 milyar atau bertambah sebesar Rp 31,19 milyar. Bersumber dari pendapatan hibah air minum, pendapatan BOS sesuai dengan surat Komite standar akutansi pemerintah nomor S-23/K.1/KSAP/III/2016 tanggal 2 Maret 2016, tentang fatwa terkait penganggaran dan pelaporan dana BOS pada pemerintah, serta kurang bayar bagi hasil pajak dari Provinsi.

Belanja tidak langsung pada tahun anggaran 2016 semula dianggarkan Rp 499,99 milyar, menjadi Rp 511,28 milyar atau bertambah sebesar Rp 11,29 milyar. Perubahan tersebut untuk menambah belanja gaji dan tunjangan PNSD, serta penambahan alokasi anggaran untuk kegiatan Pilkades serentak.

Sedangkan belanja langsung semula dialokasikan sebesar Rp 655,5 milyar, menjadi Rp 681,39 milyar atau bertambah sebesar Rp 25,88 milyar. Prioritas belanja langsung dipergunakan untuk kegiatan mendesak dan menyangkut pelayanan umum, serta penyesuaian dan optimalisasi kegiatan DAK fisik maupun non fisik.

Dari sisi pembiayaan, APBD Natuna tahun anggaran 2016 terdiri dari penerimaan pembiayaan yakni sisa lebih perhitungan (SILPA) tahun 2015 sebesar Rp 2,35 milyar, yang telah dilakukan audit oleh BPK terhadap laporan keuangan.

“dengan demikian, total APBD Perubahan tahun anggaran 2016 sebesar Rp 1,192 trilyun atau bertambah sebesar Rp 37,17 milyar dari anggaran murni tahun 2016 sebesar Rp 1,155 trilyun, termasuk penyesuaian dana BOS yang diterima oleh seluruh sekolah yakni sebesar Rp 1558 milyar”. ujar Hamid

Selanjutnya, Bupati Hamid Rizal menyerahkan buku nota keuangan RAPBD-P Natuna kepada Ketua DPRD Yusripandi. Penyerahan buku ini untuk selanjutnya dilakukan pembahasan oleh DPRD Natuna.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.