Anggota Polsek Sekupang Tertangkap Tangan Peras Pengusaha

sam-budigusdianSeorang anggota Polsek Sekupang, Batam, berinisial Rn ditangkap Tim Operasi Pemberantas Pungli (OPP) Polda Kepri karena diduga memeras masyarakat sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (13/10) lalu. Polisi tersebut meminta uang Rp 4.750.000 dari seorang pengusaha yang sedang berurusan di Mapolsek Sekupang.

“Benar, tim OPP amankan oknum polisi tertangkap tangan memeras masyarakat,” ujar Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian pada wartawan, kemarin (14/10).

Sam melanjutkan bahwa ini merupakan langkah serius Polda Kepri untuk memberantas pungli di jajarannya. Sam mengatakan, tim ini akan terus bergerak, dan targetnya tak hanya internal polisi tapi juga berbagai tempat sentral pelayanan masyarakat seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Batam dan lainnya.

“Ini merupakan perintah Presiden dan Kapolri langsung. Untuk memberantas pungli,” ungkapnya.

Plt Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga menyebutkan, operasi tangkap tangan (OTT), ini terjadi setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat.

Dalam laporannya, sebuah kendaraan yang sedang membawa puluhan CPU komputer ditangkap oleh polisi Sekupang. Rn selaku penyidik yang menangani kasus tersebut ingin bermain mata dengan pemilik barang. “Dokumen (pemilik barang, red) lengkap, kok ditangkap,” ungkap Erlangga.

Dari informasi yang didapat, Rn berusaha meminta uang sebesar Rp 5 juta agar truk pembawa CPU bekas tersebut diperbolehkan kembali jalan. Karena tak terima atas hal ini, pemilik barang melaporkannya ke Propam Polda Kepri.

Akhirnya setelah pemilik barang hanya menyetorkan uang sejumlah Rp 4.750.000, petugas Propam Polda Kepri langsung mengamankan Rn yang sedang memegang uang hasil setoran dari pemilik CPU bekas tersebut.

Erlangga mengingatkan seluruh jajaran Polda Kepri agar tak melakukan pungutan liar yang meresahkan masyarakat. Sebab tim OPP internal yang diberi nama sapu bersih (saber) pungli akan terus melakukan pengawasan. Kepada masyarakat, Erlangga meminta agar tak perlu takut untuk melaporkan setiap adanya tindakan pemerasan oleh anggota kepolisian. “Bila ada laporkan, kami akan langsung melakukan penindakan,” tutupnya. (fit)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.