DPRD Karimun Sepakati APBD-P 2016 Rp 1,2 T

KARIMUN (mk) – DPRD dan Pemkab Karimun akhirnya menyepakati APBD Perubahan Karimun Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 1,2 triliun. Ketuk palu pengesahan APBD P Karimun 2016 itu saat rapat paripurna DPRD Karimun, Senin (19/9/2016) sore sekitar pukul 14.00 WIB.
Nyimas Novi Ujiani, juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karimun dalam laporannya mengatakan terjadi perubahan dalam pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pasca eksekutif dan legislatif melakukan rasio pendapatan sebagai respon dari defisit anggaran yang ada.
Pendapatan daerah mengalami perubahan setelah pembahasan sebesar Rp 1.183.708.804.901. Keduanya belanja daerah juga mengalami perubahan setelah pembahasan sebesar Rp 1,2 triliun dan terakhir pembiayaan daerah juga mengalami perubahan setelah pembahasan sebesar Rp 26,5 miliar.
Sebelumnya pada pidato pengantar Bupati Karimun perihal Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) Perubahan serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Karimun Anggaran 2016 pada 31 Agustus 2016
Diketahui pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,188 triliun atau tepatnya Rp 1.188.710.204.281, belanja daerah sebesar Rp 1,2 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 28 miliar atau tepatnya Rp 28.688.408.148.
“Banggar telah melakukan pembahasan baik secara internal maupun bersama Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) Pemkab Karimun, sehingga ditemukan kata sepakat antara Bupati Karimun dengan DPRD Karimun sebagai perwakilan rakyat Kabupaten Karimun,” kata Nyimas Novi Ujiani.
KUA-PPAS juga diarahkan untuk pembangunan daerah dengan tema “Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Peningkatan Daya Saing dan Pemerataan Pembangunan yang Berkeadilan.
Pemkab Karimun juga memiliki rencana kerja yang memuat enam strategi pembangunan menjadi fokus pada tahun 2016. Di antaranya percepatan pemerataan pembangunan, infrastruktur dan kawasan perbatasan dalam rangka peningkatan daya saing daerah.
Kedua optimalisasi potensi sumber daya strategis daerah khususnya sektor pertanian, perikanan dan pertambangan yang berbasis kelestarian lingkungan.
Ketiga pemerataan dan peningkatan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan dan penyedian pelayanan dasar air bersih, sanitasi, listrik dan perumahan. Keempat peningkatan pemberdayaan masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengentasan kemiskinan serta pengarus
utamaan gender.
Kelima pengendalian dan pengawasan penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat, memperkuat nilai-nilai budaya serta peningkatan iman dan takwa dan terakhir peningkatan kualitas pelayanan publik.  ***

Naskah: Redaksi
Foto: Humkab Karimun

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.