Gubernur Nurdin Janji Fasilitasi Penjualan Ikan Natuna

nurd
Nurdin Basirun

Natuna (Marwahkepri.com) – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyebutkan, Pemprov Kepri siap memberi dukungan kepada pengusaha Natuna, melakukan penjualan ikan, hasil tangkapan nelayan ke luar daerah dengan harga lebih tinggi dan bersaing.

Pengusaha cukup menyediakan kapal pengangkut, nanti Pemprov beri dukungan dalam bentuk MoU atau perjanjian kerja sama. Salah satu daerah yang dilirik menjadi pasaran adalah ibukota Jakarta.

Mendapat sinyal dari Gubernur, pengusaha Robet mengaku siap menjalankan bisnis pengiriman ikan ke Jakarta yang disarankan Gubernur. Menurutnya, kapal sudah ada dengan bobot 400 gros ton, lengkap dengan coldstored.

“Kapal sudah ada pak, bobot cukup besar lebih kurang 400 GT, hanya saja yang menjadi kendala ijin angkut belum punya”, ujar Robet kepada Gubernur.

Sambungnya, masalah izin angkut ini agak sedikit rumit, sebab harus mengurus langsung ke Kementerian Perikanan Pusat, bukan izin dari DKP provinsi.

Mendengar hal itu, Gubernur Nurdin langsung menginstruksikan Kadis DKP Provinsi Kepri Raja Aliza agar mempasilitasi pengusaha, untuk mendapatkan izin angkut dari KKP pusat.

“Tolong pak Kadis, pasilitasi rekan kita ini agar punya izin angkut, dari kementerian, sehingga hasil tangkapan nelayan bisa dijual ke Jakarta”, pintanya.

Sebab hasil tangkapan nelayan di Natuna cukup banyak, sayang jika tidak mendapat pasaran. Kalau hanya dijual dalam daerah tentu, hasil kurang memuaskan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Raja Aliza berjanji, siap membantu memberikan merekomendasi agar ijin angkut ikan dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Sesuai, arahan pak Gubernur, kita siap mempasilitasi agar pengusaha mendapat izin angkut dari Kemeterian Kelauatan dan Perikanan. “siapkan saja, semua persyaratanya, nanti kita bantu mempasilitasi agar izin itu keluar dari kementerian”, ujar Aliza kepada Robet.(nang/dn)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.