Pengawasan Lemah BC Batam Didemo

Demo di halaman kantor BC Batu Ampar.
Demo di halaman kantor BC Batu Ampar.

BATAM (MK) – Akibat lemahnya pengawasan dan telah berlangsung sangat lama, puluhan warga yang tergabung dalam Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan Pembangunan Daerah (BPKPPD) melakukan aksi demo di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam di Jalan Kuda Laut Batu Ampar, Jumat (30/9).

Mereka menuntut agar Dirjen Bea Cukai mencopot Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri dan Kepala Kantor KPU BC Batam. Kedua pejabat tersebut dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas maraknya penyelundupan di Kepri maupun di Batam. Akibat ulah kedua pejabat tersebut, barang ilegal marak di Kota Batam.

Aksi itu mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan Bea dan Cukai dan personil dari Polsek Batu Ampar. Gerbang kantor ditutup rapat sejak pagi. Warga yang mengurus izin terpaksa memarkirkan kendaraanya di tepi jalan.

Ketua LSM BPKPPD Kepri Edy Susilo yang memimpin demo mengatakan, beberapa hasil tangkapan 13 ribu hp, 90 ton beras dan 4 mobil mewah bekas yang baru ditangkap dituding sebagai kegagalan Bea dan Cukai Batam.

Selain itu sambung Edy, aksi penyundupan tak terlepas dari para penyelundup memberikan setoran kepada para oknum petugas. Menurut salah seorang sumber berinisial H, bebasnya masuk sembako dan barang elektronik ke Batam melalui pelabuhan rakyat akibat lemahnya pengawasan pihak Bea Cukai Batam.

Bahkan, barang-barang tersebut ada juga yang masuk pelabuhan resmi menggunakan kontainer. Meski statusnya ilegal, tapi selalu lolos dari pemeriksaan. Diduga pemilik barang bekerjasama dengan oknum Bea dan Cukai Batam dengan cara memalsukan manifest barang.
“Ada beberapa cara yang sering dilakukan penyeludup dalam memasukkan barangnya, pertama masuk melalui pelabuhan tikus, kedua melalui pelabuhan resmi bekerjasama dengan oknum petugas BC di lapangan,” katanya.

Dikatakan dia, semua barang ilegal masuk Batam sudah sistematis dan terkoordinir dengan baik termasuk melalui pelabuhan resmi yang sulit terpantau media. Kepala Bea dan Cukai Type B kota Batam Noegroho yang dikonfirmasi soal ini mengakui maraknya penyeludupan di Batam akibat ulah anggotanya yang bekerjasama dengan penyeludup.

Menyikapi hal itu, ia pun tak tinggal diam. Personil BC yang terbukti bekerjasama dengan penyeludup langsung dipecat. “Saya komit bahkan salah seorang personil diketahui terlibat kami pecat baru-baru ini,” kata Noegroho.

Saat ini, kata dia, personil BC yang bekerjasama dengan penyeludup itu sudah diserahkan ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut karena mengeluarkan barang tanpa izin. Bea Cukai Batam, imbuhnya, terus melakukan penegahan masuknya barang tanpa izin, baik melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan ilegal. Tindakan tersebut sampai saat ini masih terus dilakukan.

“Negara butuh uang makanya prosesnya bayar pajak, namun ada juga yang kami proses seperti mikol maupun rokok ke persidangan,” jelasnya. “Yang tidak boleh itu mikol dan rokok, selain itu barang yang dilarang masuk dari Singapura dan Malaysia itu narkoba, lingkungan hidup dan kesehatan, “ pungkasnya. (mk/r/hk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.