Sebabkan Lakalantas, LPM Kabil Minta PT Silma Stop Beroperasi

Anik Winda Riatun saat dirawat di RSBP.

Anik Winda Riatun saat dirawat di RSBP.
Anik Winda Riatun saat dirawat di RSBP.

BATAM (MK) – Aktivitas pemotongan bukit di wilayah Kabil tepatnya di Depan Ruku Top One menyebabkan ruas jalan berlumpur dan membahayakan pengendara lalu lintas. Keluar masuknya lori pengangkut tanah dari lokasi pemotongan bukit menuju kawasan Coastarina dan Harbour Bay itu akhirnya menimbulkan korban.

Sekitar pukul 7.00 WIB, Rabu (14/9) terjadi kecelakaan tunggal. Korban diketahui adalah seorang perempuan yang diketahui sebagai Guru SDIT Mambaul Ulum, Kabil bernama Anik Winda Riatun.

Akibat kecelakaan di jalan berlumpur tersebut, korban mengalami retak tempurung lutut . Korban kemudian dirawat di Rumah Sakit BP Batam, Sekupang. Menurut keterangan korban, penyebab kecelakaan adalah jalan licin dan berlumpur yang dilewati lori pengangkut tanah.

Dari keterangan warga setempat, perusahaan tersebut tidak memiliki izin Cut and fill.  Pihak LPM Kabil   langsung menanyakan ke BP Batam dan ternyata benar  perusahaan tersebut izinnya sudah tidak ada. “Dari BP Batam menginstruksikan ke Dirpam, untuk turun ke lapangan melihat kondisi lahan dan jalan yang berlumpur,” ujar Ketua LPM Kabil, Fiza Oge.

Disebutkan, perusahaan yang diketahui bernama PT Silma Jaya tersebut sudah lama beroprasi sudah banyak membuat masalah akibat aktivitas yang mereka lakukan.

“Ada apa siapa di belakangnya ini tanda tanya besar? PT Silma Jaya harus menghargai warga sekitar sini. Cari solusi terbaik, jangan sampai perusahaan untung besar, Kabil jadi hancur,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya. (pk/lis/r)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.