Penyelundupan Ponsel Manfaatkan Fasilitas FTZ

Kapolda Riau Brigjen Supriyanto (tengah) didampingi Wadir Polair Polda Riau AKBP Suprapto (kiri) dan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo (kanan) memperlihatkan barang bukti tangkapan berupa ponsel pintar selundupan di Mako Polair Polda Riau, Pekanbaru, Sabtu (3/8/2016).
Kapolda Riau Brigjen Supriyanto (tengah) didampingi Wadir Polair Polda Riau AKBP Suprapto (kiri) dan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo (kanan) memperlihatkan barang bukti tangkapan berupa ponsel pintar selundupan di Mako Polair Polda Riau, Pekanbaru, Sabtu (3/8/2016).

BATAM (PK) – Ada yang menarik dari barang bukti tangkapan ponsel oleh Polda Riau pada 3 September 2016 dini hari lalu. Sebab, tidak semua merek ponsel canggih yang diseludupkan dari Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, itu memiliki agen resmi sebagai pemegang lisensi.
Ya, merk iPhone, Xiaomi, HTC yang tidak memiliki izin resmi dari pemilik merek tetap saja mudah ditemui di Batam. Itu sebabnya sejak lama Batam terkenal dengan surga belanja elektronik dan barang mewah.

Hasil penghitungan yang dilakukan Polda Riau, jumlah barang bukti yang diamankan dari mobil box, ada iPhone 6 Plus sebanyak 2.638 unit, Xiaomi jenis android 9.960 unit. Ribuan ponsel bukan telpon seluler yang asli. Melainkan, rekon asal China.

Selain itu ada juga merek berlisensi, seperti Samsung Galaxy jenis android sebanyak 80 unit, Samsung jenis Tab berjumlah 5 unit dan Acer jenis android sebanyak 434 unit, serta aksesoris Handpone. Lantas apa untungnya menyeludupkan HP berlisensi? Nanti dulu.

Gadget canggih yang tak berlisensi resmi ini jelas diseludupkan dari luar negri. Situasi Batam sebagai salah satu kawasan bebas jelas dimanfaatkan. Tapi tentunya FTZ itu memiliki aturan main. Lantas, bagaimana bisa puluhan, bahkan satusan ribu handpone ini masuk ke Batam dengan bebas.
“Tidak berlesensi resmi sama dengan tidak memiliki agen. Artinya, hp dengan merek ini (iPhone, Xiaomi, HTC) tidak SNI, tidak ada izin resmi dari pemerintah. Bila masuknya melalui pelabuhan resmi dan tertangkap tentunya HP ini disita aparat Bea dan Cukai karena barang selundupan yang dilarang dalam aturan FTZ,” ujar sumber yang layak dipercaya.

“Pemilik juga tidak bisa menebus dengan membayar pajak. Beda dengan selundupan HP atau barang yang memiliki agen resmi. Tapi bagaimana barang ini bisa lolos?” tambahnya.

Ponsel mewah dengan merek tersebut dapat dijual bebas oleh ratusan pengusaha handpone yang tersebar di Batam. Barang itu tentunya diperoleh dari gudang tersebembunyi sebelum disebar ke para pengusaha handpone oleh kartel penyeludupan ponsel.
Bisa saja, barang itu diseludupkan dari China, Korea dan bahkan Singapura. Selanjutnya ribuan ponsel itu kembali diseludupkan ke luar Batam. Ibu Kota Jakarta adalah rute tujuan utama sebelum kembali disebar. Guna menghindari pajak barang keluar, telpon seluler itu diseludupkan menggunakan jalur laut dari Batam.

Lagi-lagi cara penyeludupan yang dilakukan seperti As membingungkan. Karena ekspedisinya yang beralamat di Lucky Plaza Nagoya Batam itu tidak hanya menyeludupkan ponsel yang gelap. Ponsel resmi seperti Samsung Galaxy jenis android serta Acer jenis android sebanyak 434 unit dan aksesoris Handpone juga turut serta. Apakah termasuk modus untuk menghilangkan pajak barang keluar sebesar 10 persen dari nilai harga?
Jika ditelusuri, jalur pengiriman ponsel tangkapan Polda Riau itu berlabuh dari pelabuhan tikus di Barelang Batam. Kemudian diangkut dengan menggunakan kapal kayu menuju Tembilahan atau Siak, Riau. Karena untuk jalur transportasi laut Riau yang terdekat dari Batam.
Dari Tembilakan atau Siak mobil yang mengangkut belasan ribu ponsel itu bergerak menuju Pekanbaru dan terus melaju menuju Jakarta. Dari Jakarta, ribuan ponsel tersebut kembali disebar hingga pelosok negeri.

“Di sini menariknya. Karena sebelum puluhan ribu handpone ini disebar, telah dilengkapi garansi. Istilah garansi toko perlu dipertanyakan keaslian handpone itu,” tutur sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Pemilik ponsel selundupan yang ditangkap Ditpolair Polda Riau, tiga pengusaha handpone di Batam. Yaitu, JH yang memiliki toko di Ruko Nagoya Hill. R pemilik toko ponsel di Nagoya Hill. Sementara H memiliki toko di Siang Malam Nagoya.

Tentunya, harga jual ponsel canggih ini di luar Batam akan lebih mahal dan lebih menguntungkan pemilik ponsel. Apalagi memiliki toko HP di luar Batam.

“Tidak hanya di Batam, mereka juga memiliki toko handpone di beberapa daerah, termasuk di Jakarta. Karena, keuntungan akan berlipat ganda bila memiliki toko di luar Batam,” ujarnya. (pk/bt/r)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.