Palapa Ring Kembangkan Telekomunikasi di Natuna

peresmian-palapa-ring-berupa-jaringan-tulang-punggung-serat-optik-diresmikan-di-kantor-bupati-anambas-pada-kamis-8-september-2016

NATUNA (MK) – Bagai mutiara di ujung utara, Natuna menjadi primadona karena merupakan beranda terdepan dan letak geografisnya sebagai jalur pelayaran internasional. Karena itu, pusat kini tengah “membombardir” Natuna melalui lima pilar percepatan pembangunan.

Selain wacana lima pilar percepatan pembangunan, pada momen 71 tahun kemerdekaan Indonesia, pusat juga sedang menggalakkan pengembangan telekomunikasi, agar daerah perbatasan ini benar-benar merdeka dan berkomunikasi tanpa batas dengan dunia luar.

Guna menuntaskan misi ini, melalui Palapa Ring Barat sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) bergerak cepat sejak awal Februari lalu. Progres pekerjaan melewati tiga tahapan, yakni pra konstruksi, konstruksi dan pengoperasionalan.

“Tahapan pengerjaannya ada tiga, masa pra konstruksi seperti persiapan, izin, sosialisai waktu itu di Batam, kemudian tahap konstruksi merupakan saat pembangunan, sekarang ini sudah masuk ke tahap kedua, kemudian baru tahap operasional 15 tahun itu”. ujar Presiden Direktur Palapa Ring Barat, Syarif Lumintardjo, di kantor Bupati, Senin (30/8).

Lumintardjo menjelaskan, proyek ini merupakan “gawean” pemerintah melalui Badan Usaha Pelaksana, dengan tujuan agar harga bandwith menjadi lebih terjangkau. Karena saat ini harga bandwith antara pulau jawa dengan pulau-pulau diluar jawa masih sangat kontras.
“Seperti kita ketahui sekarang kan harga bandwidth itu “jomblang” atau sangat besar jurangnya antara jawa dengan pulau-pulau di luar jawa. Atas dasar itulah pemerintah mencanangkan program palapa ring barat ini. Palapa ring barat ini dibiayai oleh yang namanya USO atau KPU (Kewajiban Pelayanan Universal)”.

Pengerjaan proyek Palapa Ring Barat ini sudah melalui proses cukup panjang, dahulu namanya Nusantara 21, akan tetapi tidak pernah berhasil. Pada akhirnya pemerintah melalui Kemenkominfo membuat metode PPP, jadi yang diadakan adalah badan usaha pelaksananya.

Kedepan, selain membangun sarana komunikasi, Pala Ring Barat ini juga akan mengoperasionalkannya selama 15 tahun, setelah itu baru diserahkan kepada pemerintah. Pasca kontrak pengoperasionalan usai, kendali akan diambil alih sepenuhnya pemerintah melalui BUMN.

Ditambahkan Lumintardjo, sesuai dengan kontrak awal, pihaknya diharuskan menyelesaikan proyek ini selama dua tahun (Februari 2016-Februari 2018). Akan tetapi pemerintah meminta agar penyelesaian proyek ini dipercepat hingga pertengahan tahun 2017.

“Target selesai, sebetulnya kami dapat waktu itu dua tahun sejak 29 februari 2016, jadi tahap penyelesaiannya dari semua yang kita sebutkan itu hanya ada sampai 29 februari 2018, tapi rencananya kami percepat menjadi pertengahan 2017, karena terus terang memang prosesnya banyak dibantu kementerian dan pemda setempat”.

Saat ini pihak Palapa Ring Barat tengah mengurus izin penggelaran kabeling, dari Penarik akan digelar hingga ke kota Ranai. Sedangkan melalui bawah laut, sebelah timur akan diinterkoneksi ke Singkawang-Kalimantan Barat, sementar itu sebelah barat akan terkoneksi dengan Tarempa dan Batam.
“Sesuai dengan aturan atau perjanjian kerjasama kami, nanti yang berhak mengatur kapasitas itu adalah Badan penyedia pembiayaan Telekomunikasi Indonesia, itu dibawah Kominfo. Jadi misalnya ada operator ingin menggunakan layanan dari palapa ring barat, itu nanti akan dikoordinasikan dengan BP3TI mengenai tatacaranya”.

Banyak pihak mengkhawatirkan akan terjadi gangguan kabeling bawah laut karena aktifitas nelayan maupun perusahaan kapal yang legi jangkar. Akan tetapi menurut Mintardjo tidak menjadi masalah, pasalnya kabel ditanam dikedalaman tertentu, dan area lego jangkar juga sudah diatur pemerintah.

Paparan proyek Palapa Ring Barat bersama pemerintah kabupaten Natuna dilaksanakan di kantor Bupati, rapat ini dipimpin oleh Asisten Bupati Izwar Aspawi, dan dihadiri Kepala Dinas dan Badan di lingkungan pemkab Natuna. Sementara itu rombongan Palapa Ring Barat diikuti 7 Departemen. (pk/nang)