Banyak Guru Malas Membuat Bahan LKS

Buku LKS yang banyak beredar di sekolah.
Buku LKS yang banyak beredar di sekolah.

BATAM (MK)- Sejumlah guru  di Batam mengaku malas membuat lembar kerja siswa (LKS). Saat dimintai tanggapannya terkait hal ini, beberapa alasan  yang dikemukakan, di antaranya ada yang mengatakan sibuk terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan, ada juga yang mengatakan malas karena repot harus mencari bahan, malah ada merasa capek karena tak diberi insentif.

“Repot mas harus buat LKS, kita banyak tugas yang harus kita kerjakan. Karena untuk membuat LKS kita harus mencari bahan tidak asal buat saja. Lagian untuk apa lagi ada LKS, kan sudah ada ulangan serta PR yang harus dikerjakan siswa” ucap Lusi guru SD.
Memang benar, membuat LKS itu tidak mudah asal buat saja. LKS dibuat harus mesti terukur dari sisi kualitas dan konten isi. Lagi pula LKS juga harus bisa dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan rencana program pembelajaran (RPP), karena LKS sendiri merupakan perangkat RPP yang dibuat oleh guru.

Menurut Pemerhati Pendidikan dan juga Ketua Yayasan Pendidikan Anak Bangsa Kota Batam, Agus Supratman, bahwa LKS  seharusnya dibuat oleh guru agar sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan materi bagi peserta didik. Ia setuju bila LKS dari pihak swasta itu ditarik tidak digunakan, karena tidak sesuai dengan konten pelajaran diajarkan oleh guru.

Namun Agus mengherankan bila ada guru yang malas membuat LKS atau dikarenakan sibuk dengan tugasnya. Sesungguhnya kata dia, bila LKS itu bagian dari tugas yang harus dibuat oleh guru agar sesuai dengan kurikulum, materi dan kebutuhan. “Mungkin dikarenakan bila LKS dibuat guru tidak bisa dijual ke siswa, jadi guru malas. Coba kalau LKS yang dibuat guru itu dijual ke siswa, pasati pada berebut,” ujar Agus, Kamis (8/9).

Dikatakan Agus, sejauh ini sejak ada LKS guru jadi kurang kreatif, karena tugas atau PR kepada siswa diserahkan bulat-bulat kepada LKS yang dibeli dari swasta. Guru seperti ini dinilai Agus adalah guru pemalas tidak memiliki kreativititas. “Keberadaan LKS sangat penting, dengan harapan dapat membuat siswa aktif belajar di rumah dengan penugasan dalam buku LKS tersebut. Bisa saja LKS itu dibuat oleh guru, sehingga para guru lebih kreatif. Beda kalau LKS itu disedikan pihak swasta, guru jadi tidak kreatif,” katanya. (pk/hk/r)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.