228 Pencuri Ikan Asal Vietnam Dideportasi

nel
Proses deportasi nelayan Vietnam

Natuna (Marwahkepri.com) – Melalui perundingan diplomatik antar kedua negara, pemerintah Vietnam dan Indonesia. Sebanyak 228 orang nelayan asal Vietnam dipulangkan ke negara asalnya.

Warga Vietnam ini, merupakan hasil tangkapan PSDK di perairan Provinsi Kepri yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.

Pemulangan dilakukan pada Selasa sore (12/9), melalui jalur laut. 228 orang nelayan Vietnam ini, sebelum dipulangkan dilakukan serah terima di Pelabuhan Selat Lampa Natuna.

Sekjen PSDK KKP Sjarif Widjaja dalam keterangan persnya, menyebutkan, pemulangan nelayan asal Vietnam itu, merupakan hasil koordinasi dan kerja sama intensif antara Direktorat Jendral PSDK dengam Kedubes Vietnam di Jakarta.

“Melalui kordinasi dan perundingan diplomatik akhirnya, ABK Non Justisia berkewarga negaraan Vietnam dapat dipulangkan ke negara asal”.

Diterangkan Sjarief, nelayan Vietnam itu merupakan hasil tangkapan PSDKP, karena melakukan pencurian ikan diperairan Indonesia. Setelah menjalani proses hukum yang berlaku kesemuanya dapat dipulangkan ke negara asalnya.

Pemulangan dilakukan, melalui jalur laut sengan meeting point dilokasi 04′ 00 .000 N. – 107 ‘30.000 E pada tanggal 14 September 2016.

Sambung Sjarief , dari 228 orang ABK non justisia asal Vietnam yang dipulangkan itu, terdiri dari 47 ABK yang ditahan PSDK kota Batam. 68 orang ABK yang ditahan PSDK Natuna dan 113 orang hasil tangkapan PSDK Tarempa.

Sjarif menghimbau, kepada instansi terkait untuk bersama-sama melakukan upaya pembinaan dan sosialisasi kepada nelayan di daerah. Agar tidak melakukan penangkapan ikan di wilayah negara asing.

“Perhatikan batas-batas wilayah negara dalam melakukan penangkapan ikan di laut, agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari”, himbaunya.

Indonesia-Vietnam Sepakat Berantas Ilegal Fishing

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Natuna Ngesti menyambut baik, adanya kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Vietnam untuk memberantas praktek illegal fishing di wilayah Natuna.

Pemulangan 228 nelayam asal Vietnam ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk serius mencegah terjadinya, pencurian ikan di Natuna dimasa mendatang.

Dengan perundingan diplomatik, pemulangan lebih cepat, kita sangat apresiasi hal ini, ujarnya.

Kedatangan rombongan ke Kedubes Vietnam di Natuna, menggunakan maskapai wing air, disambut oleh Danlanud Natuna letkol pnb Nurtantio Affan ,Wakil Bupati Natuna Ngesti yuni suprapti, Kadis DKP Natuna wahyu Nugroho, Kepala satker PSDKP  Samsu Muarip dan beberapa staf DKP Pusat.

Berikut daftar nama rombongan Sekjen KKP dan rombongan Dubes Vietnam yang datang ke Natuna dalam pemulangan Nelayan asal Vietnam.

Rombongan sekjen KKP Sjarif Widjaja Sekjen KKP, Fuad Himawan. Direktur Penanganan Pelanggaran,Gunaryo Direktur Pengoperasian Kapal Pengawas, Rahman Arif. Kasubdit pengoperasian kapal pengawas.

Sedangkan rombongan Dubes vietnam Hoang Anh Tuan Duta besar vietnam Tron Min Chu Sekretaris I kedutaan Vietnam Nguyen Sekretaris III kedutaan Vietnam serta 2 orang wartawan kedutaan Vietnam.(mk/nang)