Siswa SD “Sindir” Disdik Natuna Lewat Surat Untuk Bupati

ilustrasi
Ilustrasi

Natuna (Marwahkepri.com) – Kunjungan SD 004 Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, belum lama ini ke kantor Bupati untuk bersilaturrahmi langsung dengan kepala daerah dan untuk mengetahui pemerintahan kabupaten Natuna sejak dini, patut diacungi jempol.

Selain bertatap muka dengan Bupati, rupanya kedatangan 34 orang siswa yang terdiri dari kelas 4-6 bersama kepala sekolah dan sejumlah guru ini, juga untuk membacakan hasil karangan siswa menulis surat untuk bupati dalam rangka memperingati hari jadi RI ke 71.

Beberapa karang siswa terbaik pun dibacakan dihadapan Bupati Natuna Hamid Rizal, ada yang bercerita tentang kebersihan sekolah, cerita tentang pemimpin daerah terdahulu, dan ada juga siswa mengarang tentang jeritan hatinya. Namun satu siswa menjadi perhatian, karena membuat karangan tentang “pagar sekolahnya tak kunjung dibangun pemerintah”.

Sebenarnya, tujuan lomba menulis surat untuk bupati ini intinya bagaimana supaya siswa-siswi rajin
menulis dan membaca. Akan tetapi karangan siswa tentang pagar sekolah, bisa jadi merupakan sindiran halus bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, karena sudah beberapa kali diajukan, namun tidak kunjung ditanggapi ??.

Menanggapi hal ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Agus Supardi mengakui, kalau siswa pertama yang membacakan surat untuk bupati tersebut temanya tentang pagar sekolah. Memang pihak sekolah sebelumnya sudah pernah mengajukan pembangunan pagar untuk SD 004 Pian Tengah, namun belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“mereka sebetulnya tidak ada permintaan khusus tadi, cuma permintaan mereka tadi berdasarkan surat yang disampaikan kepada bupati, dimana anak pertama minta pagar”.

Terkait dengan pembangunan pagar sekolah tersebut kata Agus, pihak dinas pendidikan sudah
menganggarkannya pada tahun anggaran 2014-2015. Namun lagi-lagi, karena Natuna dilanda defisit
anggaran akhirnya belum bisa dilaksanakan.

Akan tetapi bupati sudah mengarahkan untuk melaksanakan program pagar hidup, seperti menanam pohon pucuk merah atau sejenis tanaman lain. Program ini disejalankan dengan lomba sekolah lingkungan hidup piala Adiwiyata.

Piala Adiwiyata ini dilaksanakan setiap tahun dan dikelola oleh lingkungan hidup, aspek-aspek yang
diperhitungkan dalam program ini meliputi, kehijauan sekolah, tanaman pagar, fasilitas MCK,
pemanfaatan air limbah dan sebagaianya.

“karena sekarang pun sekolah ada lomba sekolah lingkungan hijau piala Adiwiyata, program ini setiap tahun ada, dimana dikelola oleh lingkungan hidup, jadi sekolah itu dinilai dari aspek hijaunya
sekolah, apakah tanaman pagar, rumput, atau tanaman merambat, apakah pot gantung, terus mck nya, sudah itu pemanfaatan air limbahnya apakah dibuang begitu saja atau ada pengolahan, terus bioforinya seperti apa, itu yang akan menjadi penilaian”, ujar Agus dikantornya, belum lama ini.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.