Sektor Galian – C Belum Bekontribusi Untuk PAD

aktifitas-penambangan-galian-c
Aktifitas penambangan Galian-C

Natuna (Marwahkepri.com) – Kabupaten Natuna, sejak dahulu kala termashur akan Sumber Daya Alam (SDA) minyak dan gas nya, bahkan blok-blok migas di Natuna menjadi rebutan perusahan kelas dunia. SDA ini pulalah yang selama ini menjadi sumber penghasilan satu-satunya bagi kabupaten terdepan ini.

Sebenarnya potensi lain juga bisa berkontribusi, semisal pertambangan galian C, namun karena belum digarap secara maksimal dan perlu pendataan terhadap perusahaan, al hasil sumbangan dari sektor pertambangan ini untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Natuna boleh dikatakan masih nihil.

Hal ini diakui Sekretaris Dinas Pendapatan Natuna Boy Wijanarko, menurutnya selama ini retribusi dari galian C sangat minim disetorkan kepada Dispenda Natuna. Walaupun ia menilai sangat kontras dengan geliat pembangunan yang mengeruk banyak bukit di daerah ini.

Padahal kata Boy, berdasarkan Peraturan Daerah tentang galian C telah disahkan pada tahun 2014, dan isi perda tersebut juga sangat jelas. Akan tetapi data dari dinas teknis terkait galian C tidak ada laporan, karena itu Dispenda tidak bisa menagih retribusi dari para perusahaan “pengeruk” bumi Natuna itu.

“selama ini tidak ada retribusi dari sektor galain yang distorkan kepada dispenda, padahal kita semua tahu pembangunan di Natuna sudah berlangsung puluhan tahun, perusahaan-perusahaan mengeruk banyak bukit di wilayah kita”.

Boy mengatakan, sebelumnya pernah ada perusahaan membayar retribusi kepada Dispenda, yakni penambangan pasir kwarsa di kecamatan Bunguran Selatan. Dari sekian banyak perusahaan, hanya itu yang menyumbang kontribusi untuk daerah.

Setelah perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi, sampai sekarang tidak satupun perusahaan membayar retribusi. Pernah ada perusahaan penambang galin C, akan tetapi setelah dilakukan upaya pemungutan pajak, hanya janji palsu yang didapatkan pihaknya.

“dulu ada perusahaan penambang pasir kuarsa di Cemaga, setahu saya hanya itu yang membayar retribusi ke kita, setelah itu tidak ada lagi. kemarin juga ada perusahaan, namun setelah kita tagih, hanya janji saja, tidak ada kelanjutannya”. ujar Boy belum lama ini

Disependa sifatnya hanya menunggu itikad baik dari perusahaan untuk menyumbang retribusi, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada mereka. Dalam hal ini, hanya dinas terkait yang bisa memberikan sanksi kepada perusahaan.

“dispenda hanya memproses pembayaran retribusi dari perusahaan, kita tidak punya kapasitan untuk memberikan sanksi bagi mereka, seharusnya dinas terkait pro aktif lah”. Ia berharap semua perusahaan punya kesadaran untuk berkontribusi, jangan hanya mengambil keuntungan dari alam Natuna.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.