Satpol PP Sidak Pendatang Tak Mengantongi KTP

Saat melakukan pendataan di Sungai Ulu
Satpol PP melakukan pendataan

Natuna (Marwahkepri.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Natuna turun ke lapangan merazia sejumlah rumah atau kos-kosan ditengarai menjadi tempat tinggal bagi para pekerja di tempat hiburan malam atau pujasera. Razia kali ini lebih ditekankan kepada mereka yang tidak mengantongi kartu indentitas dan tidak melapor ke RT setempat.

Dengan menurunkan puluhan personil, penegak perda ini memulai aksinya menyidak salah satu rumah penampungan di desa Sungai ulu, kecamatan Bunguran Timur, Senin (5/9) sekitar pukul 10.00 wib. Kedatangan mereka disambut baik oleh sang tuan rumah, namun tampak jelas para wanita muda yang tinggal disana merasa tegang dengan raut wajah ketakutan.

Disana didapati 9 orang wanita yang bekerja di Pujasera, Batu sindu, kesemuanya berasal dari Kalimantan Barat, seperti Pontianak dan Singkawang. Dari hasil pendataan, hanya 3 orang mengantongi Kartu Tanda Penduduk, sedangkan sisanya hanya memiliki secabik kertas tanda telah melapor kepada RT setempat.

Bang Ucok, sang pemilik rumah tersebut mengaku, secara keseluruhan wanita yang tinggal di kediamannya tersebut telah berusia dewasa, tidak ada satupun dibawah umur. Setiap sore ia mengantar mereka bekerja ke Puja sera di kawasan Batu sindu.

“ngak ada yang dibawah umur bg, mereka semua yang tinggal di rumah kita sudah dewasa, kami pun tak mau ambil resiko. Mereka hanya tinggal disini saja, sementara kerjanya di Pujasera sana, saya antar setiap sore pakai mobil”.

Semula direncanakan bagi 6 orang tidak ber KTP tersebut akan diboyong ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Hanya saja, Ketua RT setempat, meminta kepada petugas untuk tidak membawanya, ia mengaku bertanggungjawab terhadap mereka.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Natuna, Zainal Abidin mengatakan, keberadaan para wanita ini tetap akan menjadi perhatian mereka. Kedepan, apabila dalam operasi masih ditemukan tidak mengantongi identitas, sanksi pembinaan tidak dapat dielak lagi.

Data hasil operasi kali ini akan dilaporkan kepada atasan, untuk selanjutnya diputuskan apa sanksi terhadap mereka. Apakah nanti sanksi berupa pembinaan atau bahkan bisa saja diberikan sanksi pemulangan ke tempat asal, masih akan menunggu keputusan dari pimpinannya.

“ini kan data sudah ada pak. kita laporkan kepada atasan kita apa yang kita akan lakukan terhadap mereka yang tidak punya KTP, jadi kami ini sebagai bekal untuk dilapangan apakah mereka kembalikan, nanti tindak lanjutnya akan saya sampaikan”.

Zainal menghimbau kepada setiap pendatang, agar segera melapor kepada pihak RT untuk segera mendapat surat domisili atau surat keterangan tamu. Menurutnya ini sangat penting, sebab sangat diperlukan apabila terjadi sesuatu hal tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua RT 05/RW 01 Sungai Ulu, Salamah, berjanji akan meminta kepada mereka untuk mengurus surat pindah dari tempat asal, agar bisa membuat KTP Natuna. Akan tetapi kalau itikad baiknya tidak ada, ia akan melaporkannya lagi kepada Satpol PP.

Tidak mau dianggap pilih kasih, Satpol PP selanjutnya mengadakan razia di depan kantornya sendiri, di Batu Kapal. Dari Kos-kosan berwarna kuning dan memiliki 12 kamar tersebut, ditemukan 8 orang wanita, 1 orang diketahui tidak memiliki kartu identitas apapun.

Zainal meminta, agar segera melapor untuk mebuat domisili, tiga hari kedepan akan dicek kembali, apabila masih ditemukan tidak ada surat keterangan apapun, maka sanksinya tetap berupa pembinaan, dan bisa saja dipulangkan.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.