KERJA !, Warga Tempatan Kalah Bersaing Dengan Pendatang, Haripinto: ‘Perusahaan Harus Utamakan Warga Lokal’

Kawasan bisnis Nagoya, Batam.

(BATAM),MARWAHKEPRI.com- Meski peluang kerja di kota Batam masih menjanjikan, namun peluang itu tidak dirasakan oleh warga tempatan di pulau Batam. Peluang kerja itu hanya dinikmati oleh para pendatang saja.

Demikian yang disampaikan, SB, seorang warga Tanjunguma dalam acara temu kangen bersama Komite IV DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja, baru-baru ini di Nagoya Batam.

Menurut, SB, padahal warga tempatan juga memiliki sekolah tinggi (Terpelajar-red) maupun skil yang tidak kalah bersaing dengan warga pendatang, namun anehnya banyak perusahaan elite yang tidak memberi kesempatan kerja kepada warga tempatan. Akibatnya, warga tempatan kini banyak yang menjadi pengangguran.

“Perusahaan hanya memberi lowongan kepada pendatang saja. Karena apa ?. Itu karena para pejabat di perusahaan banyak yang mendatangkan saudara-saudaranya dari kampung (Luar Batam-red), dan diperkerjakan diperusahaan yang bersangkutan meski saudaranya itu tidak memiliki skil dan pendidikan yang mumpuni. Ini yang menjadi penyebab banyak perusahaan yang tidak memberi peluang kerja kepada warga tempatan,” ungkap sB.

Selain itu, ketika warga tempatan ingin melamar pekerjaan pihak perusahaan berdalih dengan meminta sertifikat Sertifikasi Kompetensi Kerja. Nah, persoalan ini juga menjadi faktor warga tempatan tidak diterima ketika melamar kerja diperusahaan.

“Untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja itu sangat mahal pak. Untuk makan sehari-hari saja warga sudah mengeluh, apalagi harus mengikuti kompetisi kerja dengan biayanya cukup mahal, mana sanggup warga kita,” kata SB. Lanjutnya, ia berharap agar DPD RI dapat menjembatani antara perusahaan dan warga tempatan agar diberi kesempatan dan peluang kerja.

Sementara itu, menjawab keinginan warga, Haripinto Tanuwidjaja, mengatakan perusahaan seharusnya lebih mengutamakan warga tempatan untuk menikmati peluang kerja di daerahnya. Ia berjanji aspirasi warga ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah kota Batam. Menurutnya, walikota Batam adalah pihak yang paling berwenang untuk mensosialisasikan kepada perusahaan agar peluang kerja bagi warga tempatan agar lebih diutamakan.

“Nanti aspirasi saudara akan saya sampaikan kepada walikota Batam,” kata Haripinto.

Ia juga mengakui, bahwa biaya Sertifikasi Kompetensi Kerja itu memang cukup mahal. Namun, untuk mendapatkan skil warga tempatan bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah disediakan oleh pemerintah kota Batam.

Menurut, Haripinto, skil yang diberikan melalui BLK sebenarnya sudah cukup menjadi persyaratan bagi warga tempatan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Artinya, tidak ada alasan perusahaan berada di daerah menolak peluang kerja bagi warga tempatan.

“Perusahaan harus utamakan warga sekitar. Skil dari BLK sebenarnya sudah cukup. Kalau Sertifikasi Kompetensi Kerja biasanya dipergunakan seandainya kita ingin bekerja diluar negeri. Sertifikasi ini memang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri,” papar Haripinto.

Dikatakannya juga, persoalan BLK ini nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah kota Batam agar lebih digiatkan dan ditingkatkan lagi kelasnya. Hal ini agar warga yang menimba skil di BLK dapat menciptakan inovasi-inovasi terbaru. (mk/handreas)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.