Penenggelaman KIA Tidak Lagi Sebutkan Asal Negara

Konfrensi Pers di Mako Lanal Ranai
Konpress di Mako Lanal Ranai

Natuna (Marwahkepri.com) – Kedepan, proses pemusnahan kapal ilegal asing tidak lagi menyebutkan asal negara dalam pengumuman penenggelaman. Demikian disampaikan Menteri KP Susi Pudjiastuti dalam keterangan pers nya di Mako Lanal Ranai, belum lama ini.

Menteri Susi mengatakan, keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan join komunity bersama negara-negara yang sudah melakukan penandatangan dengan pemerintah Indonesia. Pemusnahan kapal sendiri tidak lagi diledakkan, tetapi ditenggelamkan dengan cara pembocoran.

“tetapi sesuai kesepakatan join komunity besama negara-negara yang sudah melakukan penandatanganan dengan dengan kita, kedepan kita tidak lagi menyebutkan asal negara dalam pengumuman penenggelaman kapal”.

KKP melakukan penenggelaman terhadap 60 unit kapal ikan ilegal asing secara serentak di 8 tempat di pada Rabu (17/8), dua diantaranya berbendera Indonesia dan sisanya berbendera asing. Penenggelaman dilakukan di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna, Morotai, Maluku, Sorong, Kaltara dan Tarakan.

Meski tidak dapat merinci jumlah kapal yang ditenggelamkan di Natuna, akan tetapi merupakan salah satu tempat terbanyak. Sebelumnya pihak KKP telah memusnahkan kapal ilegal sebanyak 176 unit, ditambah penenggelaman serentak pada hari kemerdekaan RI sebanyak 60 unit, total keseluruhan sudah dimusnahkan 237 unit.

“saya lupa berapa pastinya yang ada di natuna, tetapi natuna adalah salah satu tempat terbanyak, total sampai hari ini sudah kita musnahkan sebanyak 237 unit kapal”.

Kapal ikan ilegal yang ditenggelamkan akan dijadikan rumpon ikan dengan cara pembocoran, sedangkan sebagian kapal diambil contoh pernegara untuk dijadikan monumen. Total sebanyak 6 kapal akan menjadi monumen di pangandaran, Jawa Barat.

Masih terkait dengan perikanan, pemerintah juga berkomitmen penuh menutup perikanan tangkap dari investasi asing, itu artinya nelayan dan pengusaha indonesia harus bergerak bersama untuk segera mengisi kekosongan ini membangun natuna.

“penghargaan kita kepada komitmen presiden tentu dengan kerja menjaga lebih baik, jangan sampai menjadi ajang penjarahan bagi nelayan asing”.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.