Wabup Gelar Diskusi Terbatas Dengan STAI Natuna

 

Ngesti Yuni Suprapti
Ngesti Yuni Suprapti

Natuna (Marwahkepri.com) – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menggelar diskusi terbatas dengan Sivitas Akademika STAI Natuna, Jumat (19/8) di lantai 3 gedung STAI Natuna. Diskusi ini dilaksanakan dalam merumuskan indikator makro dan mikro terkait visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih priode 2016-2021.

Dalam merumuskan indikator visi dan misi Bupati Hamid Rizal dan Wabup Ngesti, ada empat kata kunci meliputi Cerdas, Mandiri, Kerangka Keimanan dan Budaya Tempatan. Demikian disampaikan Ketua STAI Umar Natuna saat membuka acara.

Rancangan rumusan indikator Cerdas meliputi, serdas dalam aspek pendidikan, cerdas dalam aspek ekonomi, cerdas dalam aspek kesehatan, cerdas dalam mengelolas pemerintahan. Mandiri meliputi, mandiri dalam berpendidikan, mandiri dalam perekonomian, mandiri dalam kesehatan dan mandiri dalam mengelola keuangan peemrintah daerah.

Tujuan dan sasaran adalah, pertama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor unggulan daerah meliputi, meninkatnya kontribusi pertanian, perkebunan dan perikanan. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata, meningkatnya nilai investasi disektor potensial.

Kedua meningkatkan daya saing SDM dengan sasaran, meningkatkan indeks pembangunan manusai (IPM), terwujudnya masyarakat yang cerdas dan memiliki daya kreativitas dan inovatif, meningkatnya drajat kesehatan, meningkatnya kualitas daya saing tenaga kerja.

Wabup Ngesti mengatakan, penyusunan indikator visi dan misi bupati ini perlu dilakukan, hari ini masyarakat sangat perlu untuk mengetahuinya. Disamping itu nantinya akan menjadi acuan bagi setiap SKPD untuk menyusun program dengan tidak meninggalkan secara keseluruh program nasional, provinsi dan kabupaten.

“ini harus diperjelas, sehingga nantinya indikator yang akan kita diskusikan ini bisa masuk didalam program kegiatan penyusunan di SKPD, dengan tidak meninggalkan apa yang sudah menjadi kegiatan di musrenbang desa, dan kecamatan”.

Sampai hari ini menurut Ngesti, masih banyak SKPD tidak tau membuat program sesuai dengan harapan Bupati karena tidak ada penjelasan. Kebanyakan program dibuat SKPD merupakan kopi paste dari zaman dahulu, mulai tahun 2000 sampai sekarang stagnan.

“mulai dari tahun 2000 sampai sekarang tidak ada perubahan, artinya kan mereka tidak bisa menjabarkan visi dan misi bupati terpilih. Inilah kelemahan dari SKPD karena tidak adanya indikator-indikator yang harus diperjelas”.

Diharapkan dalam lima tahun kedepan, apa yang direncanakan pemerintah goalnya jelas sesuai dengan visi misi tertuang didalam lembaran daerah.”mudah-mudahan civitas akademika Stai ini bisa membantu kami membuat indikator-indikator ini”.

Hasil dari Diskusi terbatas ini akan disampaikan kepada Bupati Hamid Rizal, setelah mendapat persetujuan dari Bupati, kemudian akan diberikan ke SKPD agar bisa dimasukkan dalam kegiatan dan program-program masing-masing dinas.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.