Hindari ‘Kegaduhan’ Nurdin Usung Arif Fadillah Diposisi Sekdaprov

Arif Fadillah.

(TANJUNGPINANG), MARWAHKEPRI.com- Hingga kini Panitia Seleksi (Pansel) masih menggodok Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Calon Sekdaprov Kepri. Sejak pendaftaran calon Sekdaprov dibuka pada 1 Agustus 2016 lalu, ada sejumlah nama yang muncul dalam bursa penjaringan jabatan paling tertinggi bagi ASN ini.

Beberapa nama pejabat pemprov Kepri yang diperkirakan mengikuti bursa tersebut diantaranya plt.Sekdaprov Kepri (Reni Yusneli), selain itu ada nama Asisten Ekonomi Pembangunan dan Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustriaan Kepri (Syamsul Bahrum), juga Kepala Badan Daerah Perbatasan Provinsi Kepri (Edi Sofyan), dan mantan Kadispenda Kepri yang kini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Kepri (Naharudin).

Sedangkan pejabat diluar lingkungan pemerintahan Provinsi Kepri yang mengikuti bursa calon Sekdaprov Kepri hanya satu nama saja, yaitu, Arif Fadillah, yang kini menjabat sebagai Sekda Karimun.

Dari lima nama yang mengikuti bursa calon Sekdaprov itu, konon hanya tiga nama saja yang diprediksi lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu, Edy Sofyan, Naharudin, dan Arif Fadillah. Tiga nama calon itu dinilai telah memenuhi syarat administrasi yang diberikan panitia seleksi.

Demikian bocoran yang disampaikan salah seorang pembisik Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, kepada MARWAHKEPRI.com baru-baru ini di Nagoya, Batam. Pembisik yang memiliki koneksi di tingkat elite DPRD Kepri dan pemerintah pusat itu juga mengatakan, Nurdin Basirun, menginginkan agar posisi Sekdaprov definitif nantinya harus di isi oleh orang yang piawai dibidangnya.

“Bulan September nanti sudah ada Sekda definitif. Pak Nurdin ingin jabatan sekda nanti bukan di isi oleh orang dilingkungan pemerintahan Provinsi Kepri. Dia sangat menginginkan, Arif Fadillah, nanti yang duduk di sekdaprov,” ucap pembisik itu.

Langkah gubernur Kepri mengusung Arif Fadillah di posisi Sekdaprov Kepri, menurut pembisik itu adalah keputusan yang sangat bijak. Ada beberapa point penting dan history yang menjadi alasan Gubernur Kepri mengusung Arif Fadillah. Diantaranya, saat Nurdin menjabat Bupati Karimun, Arif yang mantan anak buahnya itu telah teruji dan mampu bersinergi bersamanya menjadikan perekonomian Kabupaten Karimun menggeliat bahkan menjadi terbaik kedua se-Kepri, setelah kota Batam. Selain itu, Arif juga memiliki kepiawaian dalam membangun komunikasi di tingkat legislativ maupun pemerintah pusat.

Sebenarnya juga, bukan point itu saja yang menjadi alasan Gubernur Kepri menginginkan, Arif Fadillah, duduk di Sekdaprov. Seperti diketahui, dari sejumlah nama yang muncul di bursa calon Sekdaprov adalah muka-muka lama dan berasal dari pejabat tinggi dilingkungan intern pemerintah Provinsi Kepri, dimana masing-masing calon memiliki pengaruh besar.

Dengan demikian, artinya juga, Nurdin tidak ingin adanya kubu-kubuan dan kegaduhan jika salah satu para pejabat senior itu terpilih menjadi Sekdaprov. Kubu-kubuan dan kegaduhan di tubuh Pemprov tentunya berdampak pada terhambatnya pembangunan di Kepri.

“Sepertinya, pak Gubernur ingin meniru Presiden Jokowi saat penjaringan calon Kapolri beberapa waktu lalu. Presiden lebih memilih yang junior yaitu pak Tito jadi Kapolri daripada memilih calon-calon seniornya. Yah tidak beda juga dengan kondisi saat ini, kalau dilihat Arif Fadillah paling junior diantara calon-calon sekdaprov lainya yang dinilai sudah senior. Tujuan dipilihnya Arif ini juga menjadi alternatif untuk menghindari kegaduhan dan kubu-kubuan di tubuh pemprov,” tutup pembisik tersebut. (mk/handreas)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.