Kemenko Maritim Paparkan 5 Pilar Pembangunan Natuna

Pemaparan lima pilar pembangunan Natuna
Pemaparan lima pilar pembangunan Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Meskipun Presiden RI Joko Widodo belum lama ini melakukan perombakan sejumlah Menteri, salah satunya Menkomaritim Rizal Ramli posisinya digantikan Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menjabat sebagai Menkopolhukam. Akan tetapi pergantian ini tidak mengubah pembangunan Natuna sesuai rencana pemerintah pusat.

Justru dengan duduknya Luhut sebagai Kemenkomaritim, empat pilar pembangunan Natuna yang direncanakan pusat bertambah menjadi lima pilar. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Kemenkomaritim, Arif Havas Oegroseni, di kantor Bupati Natuna, Senin (8/8).

“pertama tentunya kebiajakan dasar kita tidak berubah, meskipun ada bapak menko yang baru, justru malah prinsip dasarnya ditambah, dalam arti saat ini penegakan kita dalam pembangunan di Natuna tidak hanya 4 pilar saja, tetapi sudah mengarah kepada lima elemen”.

Adapun lima pilar dimaksud meliputi elemen Perikanan, Pariwisata, Jasa industri migas, Lingkungan Hidup dalam hal pembentukan taman laut, dan Pertahanan Keamanan (Defence). Pembangunan ke lima pilar ini akan dipercepat pemerintah pusat.

Dibidang perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah melakukan paparan, dimana pada tahun 2016 ini ada beberapa hal yang akan dibangun, meliputi pengembangan zonasi wilayah lindung ikan napoleon, pengadaan cold storage, bantuan paket rumput laut, penguatan kelembagaan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP), pengadaan kapal dengan intervensi anggaran Rp 13,2 milyar meliputi 33 unit kapal bobot 5 GT kebawah dan 27 unit kapal 5 GT keatas.

Selain itu kata Arif, juga aka ada beberapa bantuan lainnya, seperti bantuan alat tangkap, asuransi bagi para nelayan, bantuan sarana budidaya ikan, bantuan sarana budidaya rumput laut, dan berbagai kebutuhan laut melalui KKP. Lebih detailnya akan dijelaskan Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada saat berkunjung ke Natuna dijadwalkan minggu depan.

Terkait pembangunan dibidang perikanan, Kemenkomaritim telah memanggil Kedubes Jepang untuk pembangunan pasar ikan berfasilitas lengkap dan menjadi salah satu pasar rujukan dikawasan ini. Pihak Dubes Jepang sudah melaprkan hal ini ke pemerintahnya, tidak lama lagi mereka akan menurunkan tim ahli ke Natuna,”jadi suatu saat akan ada kunjungan dari jepang”. tuturnya

Pilar kedua mengenai pariwisata, pemerintah akan mengembangkannya sesuai dengan karakteristik Kabupaten Natuna yang merupakan daerah kepulauan. Pola diterapkan nantinya bukan pariwisata massal, tetapi berbasis pariwisata eksklusif seperti di Maldives, sehingga memberikan nilai tambah tinggi.

“tentunya kalau kita mengarah pada model pariwisata seperti ini, ya harus juga dibuat insfastruktur pendukung, SMK pariwisata misalnya, itu perlu dikembang disini. Karena percuma kalau kita buat pariwisata tetapi tidak memberikan dampak langsung pada masyarakat setempat”.

Untuk itu menukanginya dubes Prancis sudah dipanggil, karena mereka memiliki keahlian pengelolaan pariwisata pulau-pulau kecil seperti di Natuna. Diperkirakannya pada akhir bulan Oktober nanti, pihaknya akan membawa tim dari Prancis untuk menengok langsung beberapa pulau yang dapat dikembangkan sekaligus menentukan model pengembangannya seperti apa.

“kemudian mengenai jasa industri migas, kita tau persoalan dunia sekarang ini rendahnya harga minyak sekarag 50 dollar/barel, sehingga penerimaan APBN sangat rendah dan berdampak ke daerah, penurunannya sangat drastis”.

Sebenarnya kata Arif, terpenting itu bukan eksploitasinya, berdasarkan pengalaman di berbagai kawasan dunia, eksploitasi minyak dan gas baik di darat maupun di laut, mereka mengambil minyak mentah dimasukin ke kilang, kemudian proses selanjutnya bisa diolah maupun di ekspor,

Dalam hal ini biasanya yang mendapatkan nilai tambah tinggi itu adalah mereka memberikan service jasa terhadap para insinyur nya.”terhadap pekerja disitu, jadi industri jasanya harus kita kembangkan”.

Terkait pembangunan dibidang lingkungan hidup, pihaknya sudah bertemu langsung dengan wakil dari kantor United Nation Dvelopment Program (UNDP) di Newyork, Amerika, guna meminta bantuan untuk membuat taman laut di Natuna.

“teman-teman di Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah oke, bersama dengan ibu Siti Nurbaya sudah sepakat nanti kita akan desain bersama taman laut di Natuna ini”.

Selanjutnya masalah Pertahanan dan Keamanan (hankam), Arif menjelaskan, berdasarkan hasil dari mahkamah arbitrasi antara Philipina dan Tiongkok, pada tanggal 12 Juli lalu, memberikan keputusan penting dan berdampak positif bagi Indonesia.

Termasuk salah satunya mahkamah mengatakan, bahwa suatu negara boleh mengklaim wilayah laut, tetapi dasarnya adalah dari daratan dan dasarnya hukumnya konvensi hukum laut.”jadi artinya kita akan membuat klaim sendiri 200 mil laut dari Natuna, dasarnya pulau-pulau di Natuna, kepulauan Anambas dan juga Tanjung Datuk di Pontianak, kita menarik 200 mil atas dasar konvensi hukum laut”.

Ketika diwawancarai awak media usai pemaparan, Arif tidak dapat merincikan total anggaran untuk kelima pilar pembangunan Natuna tersebut. Pasalnya masing-masing kementerian membuat rincian keperluan sendiri-sendiri.

Hanya saja untuk bidang perikanan, pada tahun 2016 ini intervensinya harus komplit semua, mengenai apa saja kegiatannya secara detail dan besaran anggarannya akan dipaparkan oleh KKP. Sedangkan untuk mendukung bidang pariwisata, sektor pendidikan juga akan dibangun seperti SMK Parisiwsata dan disesuaikan kurikulumnya.

“Perhubungan tadi saya tengok dibandara sudah dibangun tinggal dibuka aja, kemudian penguatan air port, nanti kedepan aktifitas internasionalnya seperti apa, karena ada beberapa daerah di Indoensia diperbolehkan trafic internasional, misalnya dari singapura ke Bali, Hongkong ke Bali. jadi kita kalau infrastrukturnya sudah siap harus kita kembangkan ke arah sana”.

Rombongan Kemenkomaritim direncakan akan berada di Natuna selama tiga hari kedepan, dijadwalkan meninjau beberapa lokasi, seperti daerah Teluk Buton, Alif Stone Park, kemudian ke kecamatan Pulau Tiga, Sedanau dan pulau Senoa.

Hadir dalam acara tersebut, Aisten III Ir.Basri, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, FKPD, Bakamla, perwakilan kejari Natuna, serta sejumlah kepala SKPD.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.