Presiden Jokowi Undang Bupati Natuna ke Istana Negara

Bahas Perikanan, Migas dan Pertahanan

Bupati Natuna di Istana Negara
Konfrensi Pers Bupati Natuna di Istana Negara

Natuna (Marwahkepri.com) – Setelah melaksanakan kunjungan ke perairan Kabupaten Natuna, Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu kembali mengelar pertemuan untuk membahas tentang Natuna, di Istana Negara dengan mengundang Gubernur Kepulauan Riau dan Bupati Natuna.

Usai melakukan rapat bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla beserta para Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Kepulauan Riau. Bupati Natuna Hamid Rizal menggelar jumpa pers.

Dijelaskan rapat fokus membahas tiga hal yaitu pertama berkaitan dengan industri perikanan, kedua industri migas dan ketiga pertahanan.

“Pada intinya kita Pemerintah Kabupaten Natuna merasa bangga dan mendukung atas perhatian Pemerintah Pusat bagi pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara asing, dan menjadikan Natuna pusat isdustri perikanan,”jelasnya.

Berdasarkan penyampaian langsung presiden mengaku dirinya mendapatkan laporan bahwa produksi di sektor kelautan dan perikanan di Natuna hanya sebesar 8,9% dari potensi yang di milik.

“Oleh sebab itu, dengan potensi yang hanya 8,9 persen itu sangat perlu sekali didorong lagi, dan dipercepat lagi, sehingga bisa mendatangkan manfaat bagi kita,” ujarnya.

Selain itu presiden juga menekankan agar yang berkaitan dengan migas di Natuna, dari 16 blok migas yang ada di sekitar Natuna, baru 5 blok yang berproduksi, sementara 7 blok masih dalam tahap eksplorasi, dan 4 blok masih dalam proses terminasi. maka beliau menginginkan ini perlu didorong agar proses-proses produksi bisa segera dilakukan.

“Untuk disektor migas seluruh jajaran mulai dari menteri hingga gubernur , bupati diminta untuk bisa segera mendorong agar dari 16 blok migas di Natuna bisa beroprasi semuanya,”paparnya.

Sedangkan disektor pertahanan dan keamanan presiden meminta seluruh unsur terkait untuk menjaga sumber daya alam di Natuna, dan menjaga kedaulatan NKRI, karena Natuna sebagai pulau terdepan harus perlu diperkuat lagi.

“Jadi kalau dari sektor pertahanan presiden tekankan untuk menjaga sumber daya alam kita, menjaga kedaulatan kita, Natuna sebagai pulau terdepan, ia telah memerintahkan kepada TNI, khususnya TNI AL, Bakamla (Badan Keamanan Laut) agar meningkatkan patroli dan penjagaan di kawasan Natuna,” tutupnya.(mk/hum)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.