Karyawan Batamindo Paling Banyak Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Dialog Publik yang digelar Jasa Raharja Kepri.
Dialog Publik yang digelar Jasa Raharja Kepri.

Jasa Raharja Gelar Dialog Publik Budaya Proaktif

Karyawan Batamindo tercatat sebagai korban terbanyak dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut. Hal ini terungkap dalam Dialok Publik yang digelar Jasa Raharja.

Dalam kesempatan itu, Jasa Raharja (Persero) Kepri menggelar dialog publik yang mengangkat tema “Budaya Proaktif Guna Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat” di Wisma Batamindo Mukakuning Kota Batam, Rabu (27/7/2016) siang.

Dalam dialog yang digelar bersama mahasiswa di Batam dan para pekerja di kawasan industri Batamindo tersebut, Kepala Jasa Raharja Kepri, Haryo Pamungkas mengatakan bahwa budaya proaktif adalah suatu cara hidup yang mengakar, tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya dan mampu mempengaruhi timbulnya perubahan.

“Dengan tema ini diharapkan peserta dialog akan memiliki budaya proaktif dalam berprilaku dan bersikap dalam bentuk tertib berlalu lintas, tertib dalam bermasyarakat dan juga tertib dalam menaati semua peraturan,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa salah satu bentuk proaktif yang telah dilakukan oleh Jasa Raharja guna peningkatan pelayanan adalah dengan melakukan pengutipan data laka secara konsisten petugas mobile service mengutip data dan laporan polisi atas kejadian kecelakaan lalu lintas.

Selanjutnya dengan menyampaikan informasi kepada korban atas kepastian jaminan, hak santunan, dan persyaratan administrasi yang diperlukan.Dasar pelaksanaan dialog publik ini, kata Haryo, yang mengambil tempat di Batamindo dikarenakan dari data korban kecelakaan mendapat santunan Jasa Raharja tercatat profesi karyawan sebesar 31 persen pada lokasi kawasan ini.

Kondisi demikian, sangatlah tinggi daripada jumlah profesi lainnya. Jika dirinci, jumlah kecelakaan di tingkat karyawan/ti dalam 5 tahun terakhir tercatat sebanyak 171 korban meninggal dunia, 336 korban luka-luka, 4 korban cacat tetap dan 4 lagi biaya penguburan.

Seperti rekapitulasi data pembayaran santunan periode 2014 sampai dengan semester 1 tahun 2016 ini. Dimana pada tahun 2014, terdapat sebanyak 155 orang korban meninggal dunia, 329 luka-luka, 3 orang cacat tetap, dan 3 penguburan dengan total pembayaran Rp. 6.077.284.213.

Selanjutnya untuk tahun 2015, terdata sebanyak 141 yang meninggal dunia, 356 luka-luka, dan 1 penguburan dengan total pembayaran santunan Rp 5.962.469.497. Kemudian di tahun 2016 ini, terdata sebanyak 86 orang korban meninggal dunia, 260 luka-luka, 1 cacat tetap, dan 3 penguburan dengan total pembayaran sebanyak Rp\ 3.927.074.753, imbuhnya. (mk/r/wk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.