Biaya Hidup di Anambas Lebih Mahal dari Singapura

Salah satu kawasan di Anambas yang akan dirombak seperti Maladewa.

(ANAMBAS), MARWAHKEPRI.com- Pulau terpencil namun disebut surga wisata dunia, itulah Kepulauan kabupaten Anambas, Provinsi Kepri.  Meski pemerintah pusat menolak Anambas masuk dalam 10 wilayah khusus wisata di Indonesia, namun wilayah ini tetap menjadi sorotan dunia. Bahkan, banyak chanel televisi asing menayangkan eksotis keindahan alam Anambas dan menobatkan sebagai salah satu pulau surga wisata di dunia.

Tentunya banyak masyarakat Indonesia yang sangat penasaran dengan pulau Anambas. Saat ini pemerintah pusat hanya mengandalkan Bali dan Raja Ampat sebagai lokasi wisata terbaik. Mengapa ?

Beberapa wisatawan mengakui jika biaya hidup di Anambas jauh lebih mahal dari Singapura. Meski berbiaya hidup tinggi, namun para wisatawan mengakui sangat puas dengan apa yang telah diberikan Anambas kepada para wisatawan, berupa eksotis alam yang sangat indah. Artinya, uang tiada arti karena di Anambas banyak kebesaran tuhan yang ditunjukan kepada para wisatawan.

Untuk mengenal lebih dekat pulau surga wisata dunia bernama Anambas, hasil  yang dirangkum MARWAHKEPRI.com dari berbagai sumber terkait kehidupan masyarakat, interaksi ekonomi dan eksotis keindahan alamnya.

Mengapa biaya hidup di kota terpencil Terempa Kepulauan Anambas lebih mahal daripada biaya hidup di Singapura?. Diakui, penduduk Terempa tidak hidup dengan bermewah-mewah seperti tidur di hotel bintang 5 atau menghabiskan uang shopping ke butik-butik impor. Justru, mereka tidur di atas papan kayu keras dengan bangunan rumah seadanya. Banyak rumah di sini bertumpu pada kayu-kayu penyangga di atas permukaan air laut. Kebutuhan hidup sehari-hari yang susah didapat menjadi penyebab ekonomi di sini tinggi. Kapal-kapal yang menjadi komoditi utama yang membawa semua kebutuhan penduduk hanya datang 2 bulan sekali. Sebagian dari kota Terempa juga masih berupa hutan-hutan liar dan memiliki jumlah penduduk yang kecil. Letaknya yang dikelilingi banyak perairan menjadikan mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai nelayan.

Sebagai wilayah terluar Indonesia, bagaimana kebutuhan sinyal di Anambas tercukupi untuk akses keluar masuknya informasi?. Inilah mengapa kota ini seperti menjadi kota terisolir. Itu karena penduduk Terempa tidak memiliki cukup banyak sinyal. Beruntung jika berhasil mendapatkan sinyal, namun itu pun terbatas dan biasanya hanya di dapat ketika malam hari.

Soal kejahatan dilaut berupa pencurian ikan di Anambas. Memang, Anambas letaknya yang berada di Laut China Selatan, dan berada di garis perbatasan Malaysia dan Singapura, namun Kepulauan Anambas masih tetap milik Indonesia. Lokasi perairan Anambas sering menimbulkan pencurian dari negara-negara tetangga.

Apakah masyarakat di Anambas bersikap baik pada pendatang?. Walaupun mereka hidup di Pulau yang terpencil, tidak menutup kemungkinan mereka juga bersikap tertutup pada orang lain. Justru masyarakat di sini sangat ramah dengan kedatangan orang baru. Dari orang dewasa hingga anak-anak. Tidak perlu ragu jika kamu melempar senyum atau menyapa lalu akan dibalas dengan sambutan yang cukup baik.

Ada yang unik di Anambas. Untuk penjualan ikan di Terempa tidak melalui proses timbangan. Dari dulu, penjualan ikan di Terempa, Anambas dilakukan tidak dengan melalui proses menimbang. Pedagang hanya mengira-ngira bobot per-ikan. Hal ini dikarenakan melimpahnya ikan yang dihasilkan di daerah Anambas. Pedagang atau pembeli ikan di sini pun tidak akan khawatir meskipun bobot ikan yang dibeli akan berlebih atau berkurang.

Terlepas dari itu, mari melihat seperti apa keindahan Anambas di mata dunia. Pulau Anambas justru lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara daripada wisatawan lokal. Mereka lebih tertarik daripada kita sendiri sebagai pemiliknya. Mereka rela meluangkan waktu dan uang untuk menikmati keindahan alam pulau ini. Terbukti beberapa kali pulau ini, menjadi pulau pilihan di beberapa channel televisi di dunia.

Pada tahun 2012, Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau dinobatkan sebagai Pulau Tropis Terbaik di Asia versi CNNGo. Keindahan Kepulauan Anambas bahkan diakui tidak kalah dengan Raja Ampat yang memang terbilang salah satu wisata terpopuler Indonesia di mata dunia.

Jika berwisata di Anambas, ini pulau menawan yang wajib dikunjungi wisatawan. Ialah Pulau Bawah yang memiliki Laguna. Laguna adalah seperti danau air laut yang terpisah dari laut lepas. Airnya berwarna biru jernih dengan pemandangan ikan-ikan yang terlihat seperti berada di akuarium. Menurut Peter Michael Timmer, seseorang berkebangsaan Amerika sekaligus pemilik PT Tembesu Development, Laguna adalah salah satu terbaik di dunia, seperti Bora-bora di Tahiti.

Meski Anambas terletak di ujung Indonesia, bagaimana tentang perekonomiannya. Seorang perantau datang jauh-jauh untuk mengadu nasib di Anambas digaji dengan uang dollar Singapura. Tentu nominal ini lebih besar dari nominal mata uang Indonesia. Bahkan, menurut penuturan warga bisa diibaratkan bahwa seseorang perantau di Anambas akan pulang membawa banyak batangan emas. Tak heran, walaupun jauh terpencil, Kepulauan Anambas menjadi tempat untuk berburu dollar tanpa perlu jauh-jauh meninggalkan Indonesia.

Ada makanan khas di Anambas, yaitu bernama Mie Terempa. Makanan khas Kepulauan Anambas ini bertaburkan potongan ikan tongkol. Kebanyakan kuliner berbaru mie akan dipadukan dengan daging ayam, udang, atau telur. Tapi di Anambas yang termasuk penghasil banyak ikan menjadikan tongkol sebagai komoditi utama sebagai pelengkap untuk menu makanan. Mie tarempa, adalah mie kuning bertabur bumbu cabai, potongan ikan tongkol kering, taoge mentah, bawang goreng, potongan daun bawang, dan daun seledri.

Makanan ini menjadi makanan khas yang bisa dinikmati dan tidak sulit menemuinya, khususnya di tempat-tempat wisata. Mie yang digunakan adalah mie berbentuk pipih. Cita rasa makanan ini adalah pedas yang akan membuat keringat berjatuhan. (pk/pqc/Handreas)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.