Limbah Singapura Masuk Ke Indonesia Melalui Mafia Penyeludup

Salah satu penangkapan barang bekas dari Singapura ole Bakamla RI. (Foto: Bakamla).

BATAM (MK)- Kiriman limbah (Barang Bekas-red) negara Singapura sering masuk ke Indonesia melalui kapal penyeludup. Ini terbukti dengan seringnya kapal Patroli Indonesia menangkap kapal penyeludup berisi barang bekas dari Singapura.

Salah satu kasus adalah KN Bintang Laut milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil menangkap KM Lestari yang memuat kasur bekas dan barang bekas lain asal Singpura yang diseludupkan ke Indonesia. Meski barang bekas campuran yang diamankan ini masih memiliki nilai ekonomis, namun tetap dikatakan limbah dan dilarang masuk ke Indonesia.

Pernah juga KN Bintang Laut milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI membongkar aksi penyeludupan yang kembali sukses melakukan penangkapan barang seludupan asal Singapura. Tidak tanggung-tangung karena barang seludupan ini diangkut dengan kapal kargo.

Ceritanya, Bakamla menyetop kapal kargo yang diduga hendak menyelundupkan sejumlah bahan makanan dari Singapura ke Indonesia. Kapal itu mengangkut 8 ton bawang dan seribu drum aspal dan barang bekas.

“Kapal itu diduga akan menyelundupkan bawang merah, bawang putih, sayuran, buah-buahan seberat 8 ton, barang-barang bekas campuran, 1.000 drum aspal, jaring ikan, silikon serbuk plastik dan freezer serta bahan campuran fiber, dari Jurong, Singapura ke TanjungPinang,” demikian bunyi rilis Bakamla, beberapa waktu lalu kepada wartawan.

KN Bintang Laut yang dikomandani, Mayot Laut (P) Faruq Dedy S, berhasil mendeteksi sebuah kapal kargo yang masuk ke perairan Batam. Karena dicurigai, lantas dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan. Ternyata, muatan KM Lestari tidak memiliki manifes. Akhirnya, kapal yang dinakhodai Muhammad Yasin berkewarganegaraan Indonesia itupun diamankan, berikut kapal berisi barang seludupan dikawal menuju pelabubahan Batu Ampar untuk dilakukan proses hukum.

Disampaikan, Direktur Operasi Laut Bakamla RI, Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Raharjo, aksi penyeludupan ini akan dijerat dengan Pasal 31 (1) Undang-undang nomor 16 tahun 1992, sedangkan ancaman pidananya 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta. Selain itu, juga dikenai Pasal 161 Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan hukuman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Sedangkan barang seludupan ini disita negara untuk dimusnahkan. (mk/Handreas Seru)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.