Hakim Tolak Eksepsi Tergugat

Suasana sidang sengketa tanah dengan penguggat Hok Lian dan Tjip Hok, di pengadilan negeri Karimun.

MEDIASI SENGKETA TANAH GAGAL

Karimun (MK)- Dua bidang tanah didesa lubuk semut RT/RW 01/13 kecamatan tebing kabupaten karimun dengan harga jual Rp.18.000.000, kini menjadi Sengketa. Penggugat menuntut 14 Orang warga, juga BPN, Camat, Lurah.

Ketua majelis hakim, Fahul Mujib SH MH, telah beberapa kali telah melakukan mediasi kepada pihak Penggugat dan Tergugat namun tidak menemukan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, Senin(23 Mei 2016). Sidang sengketa tanah yang pertama digelar Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun ini, ketua majelis menyampaikan masih memberi kesempatan pengugat dan tergugat untuk menempuh jalur musyawarah meski sidang tetap berlanjut.

Hasil informasi yang dirangkum Marwah Kepri, Tjip Hok Alias Haris, dan, Sik Bun, selaku penggugat bersikukuh objek pekara No. 11/PDT6/2016/PNTBK harus dilanjutkan agar jelas. Mereka beralasan surat yang dimiliki, adalah sertifikat hak milik.

Merkapun mengatakan, agar tidak ditindas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dirinya tetap melanjutkan kejalur hukum perdata.

“Kalau ada celah untuk pidana, ya kita pidana kan saja, dan akan kita sambung ke episode berikutnya dan tetap saya koordinasi kepada pengacara saya Raja Hambali SH,” sebut Tjip Hok.

Dalam persidangan itu, Hok Lian, dan, Tjip Hok, hanya tertawa lebar kepada hakim sambil berujar Hakim lebih tau mana yang kuat surat tanah hak milik atau surat tanah hak pakai.

“Biarkan saja sidang lanjut terus, Ketua Majelis Hakim, Fahtul Mujib, lebih berpengalaman dan sebagai perpanjangan tangan dari tuhan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah,“ kata Hok Lian dengan raut kecewa.

Seperti diketahui, Tjip Hok HOK Alias Haris, dan, Sik Bun, menggugat 14 (Empat Belas) orang antara lain, Arisah, Hendri, Aris Bawole, Budi Saputra, Kartono, Lie Tjian Hong, Abdul Razak Alias Ambo, Andry Afrizal, Zulkhainen, Efendi Wiranto, Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Kabupaten Karimun, Camat Karimun, Lurah Kubuk Semut, RW 001 Lubuk Semut, dan RT 002 LUBUK SEMUT.

Sengketa tanah ini ceritanya, awalnya abang kandung Pengugat, Hok Lian, membeli 2 bidang tanah pada tanggal 2 April 1997 yang terletak didesa lubuk semut RT/RW 01/13 kecamatan tebing kabupaten karimun dengan harga jual Rp.18.000.000. Akhirnya, Pelunasan transaksi jual beli tanah tersebut tanggal 11 April 1997 sebesar Rp.4.juta.

Transaksi jual beli tanah itu sendiri melalui, Aidi Bin Sadin, dengan dasar surat dokumen atas nama Murni. Surat itu berisi keterangan permohonan hak No.39/1982/594 tertanggal 30 Agustus 1982. Sedangkan saudara Aidi bin Sadin, mendapatkan dengan surat keterangan hak No.36/1982/594 tertanggal 30 Agustus 1982.

“Selain dokumen tersebut yang didapatkan, juga diperkuat lagi dengan surat pernyataan dari, H.JUMAT JUNUS, tertanggal 7 Juni 1997 yang dinyatakan bahwasannya memang benar tanah dimaksud telah dikuasai, oleh Murni dan Aidi Bin Sadin,” tegas Hok Lian.

Selanjutnya, Hok Lian, membagi tanah tersebut menjadi 3 bagian, dan dari surat keterangan hak No 39/1982/598, tertanggal 30 Agustus 1982 atas nama Murni merupakan bagian Hok Lian dengan ukuran panjang 200 meter dan Lebar 40 meter.

Sedangkan dari surat keterangan permohon hak No 36/1982/594 tertanggal 30 Agustus 1982 atas nama, Aidi bin Sadin, dipecah menjadi 2 bagian kepada penggugat. Kemudian terbit surat keterangan ganti kerugian dengan register Camat no. 383/593/1997 tanggal 11 Juni 1997 dari, Aidi Bin Sadin, kepada penggugat dengan panjang 200 meter dan lebar 37,5 meter, dan itu diketahui oleh camat karimun dan lurah tebing.

Namun menurut, Sik Bun (penggugat), surat keterangan ganti rugi dengan No.register camat 384/593/1997 tertanggal 11 Juni 1997 dari, Aidi Bin Sadin, kepada Sik Bun.

“Saudara Tjp Hok, dan, Sik Bun, dengan berdasarkan register camat melanjutkan pengurusan dan memperoleh sertifikat hak milik,” ungkap Raja Hambali SH,selaku kuasa hukum Tjip Hok, dan Sik Bun, dalam perkara PERDATA No. 11/PDT6/2016/PNTBK.

Sementara itu, sidang dilanjutkan pada tanggal 30 Mei 2016. (pk/feri/cindy)